Universitas Andalas
Prodi Magister Manajemen Bencana UNAND & Tim AusAid Program SIAP SIAGA Australia, Perkuat Kerjasama
Universitas Andalas menggelar pertemuan strategis dengan Tim Konsultan AusAid Program SIAP SIAGA dan Pejabat Badan
Penulis: Emil Mahmud | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Universitas Andalas menggelar pertemuan strategis dengan Tim Konsultan AusAid Program SIAP SIAGA dan Pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pertemuan ini bertujuan untuk menginisiasi Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB) sebagai Center of Silent Studi Megathrust di Pulau Sumatra.
Program ini melibatkan berbagai pihak untuk memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan mendukung pengembangan Program MMB, Sekolah Pascasarjana (SPs).
Pertemuan pada Rabu (22/1/2025) dimulai dengan diskusi antara Rektor Universitas Andalas dan jajaran pimpinan terkait mengenai langkah-langkah strategis yang akan ditempuh.
Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, Akt, CA, CRGP, Ph.D, menyambut baik dukungan BNPB dan Tim AusAid SIAP SIAGA Australia untuk memperkuat kapasitas akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang kebencanaan.

Rektor menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan solusi mitigasi bencana yang berkelanjutan, terutama dalam menghadapi potensi gempa megathrust di Sumatra Barat.
Pertemuan ini dilanjutkan di Ruang Rapat Pimpinan Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas yang dihadiri oleh Pimpinan Sekolah Pascasarjana (SPs), Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB), Pejabat BNPB, dan Tim Konsultan AusAid Program SIAP SIAGA.
Beberapa topik yang dibahas dalam pertemuan ini termasuk pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan untuk menghadapi tantangan bencana, kolaborasi penelitian dalam mitigasi risiko bencana, dan penguatan kapasitas internasional melalui dukungan Program SIAP SIAGA.
Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas, Dr. Rusfidra, S.Pt., MP, yang mewakili Direktur, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam membangun sinergi antara akademisi, pemerintah, dan lembaga internasional.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya manajemen risiko bencana secara holistik melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kebijakan yang terintegrasi.
Lebih lanjut, Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana, Prof. Dr.Eng. Ir. Fauzan, S.T., M.Sc., menyampaikan dukungan dari BNPB dan Program SIAP SIAGA akan berkontribusi signifikan dalam mencetak lulusan.
Utamanya, memiliki kompeten secara global, dan memahami kebutuhan lokal serta mampu memberikan solusi inovatif dalam manajemen bencana.”
Isu penting ancaman gempa megathrust di Sumatra Barat masih menjadi topik utama bahasan.
Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat, Rudy Rinaldi, turut memaparkan sejarah bencana yang pernah terjadi di wilayah ini, termasuk gempa besar pada tahun 2009, serta ancaman lain seperti banjir, longsor, dan tsunami.
Ia juga menyoroti potensi gempa megathrust yang dapat memicu tsunami dahsyat sebagai ancaman besar yang perlu diwaspadai.
Diharapkan, kerjasama ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antar sektor untuk menghadapi tantangan kebencanaan, khususnya di wilayah Sumatra Barat.
UNAND akan terus memberikan kontribusi nyata dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BNPB dan Tim AusAid Program SIAP SIAGA, untuk meminimalisir dampak dari bencana gempa megathrust.(*)
Unand Teken Kontrak Program EQUITY 2025, Perkuat Arah Menuju World Class University |
![]() |
---|
Arsitektur yang Menyapa Kemanusiaan: Ketika Kolaborasi Lintas Negara Menjadi Ladang Empati |
![]() |
---|
Kuliah Umum Sastra Minangkabau:Membingkai Budaya Terpinggirkan Kolaborasi Internasional & Etnografi |
![]() |
---|
Kuliah Umum Sastra Minangkabau FIB Unand: Dokumentasi Budaya Komunitas Tradisional hingga Visi Prodi |
![]() |
---|
Program Mahasiswa Magang Bersertifikat FIB Unand-TribunPadang.com Berakhir Lalu Perpisahan Khidmat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.