Berita Populer Sumbar

POPULER SUMBAR: Dilarang Mendaki Gunung saat Nataru dan Akses Jalan Terhambat Akibat Longsor di Agam

Badan Geologi dan BKSDA Sumatera Barat (Sumbar) melarang pendakian ke Gunung Marapi dan sejumlah gunung lain di Sumatera Barat saat Natal dan Tahun Ba

Tayang:
Editor: Rahmadi
Foto: Fajar Alfaridho Herman/tribunpadang.com
Visual Gunung Marapi Sumatera Barat dari Kota Bukittinggi beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPADANG.COM – Simak sejumlah berita populer Sumbar yang tayang dalam 24 jam terakhir di TribunPadang.com.

Ada berita tentang Badan Geologi dan BKSDA Sumatera Barat (Sumbar) melarang pendakian ke Gunung Marapi dan sejumlah gunung lain di Sumatera Barat saat Natal dan Tahun Baru 2024-2025.

Petugas Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi menyebutkan imbauan tersebut dikeluarkan karena mengingat status dan aktifitas Gunung Marapi yang belum stabil.

Kemudian, Akses jalan terganggu akibat adanya kejadian banjir dan longsor di Jorong Sigiran, kawasan Danau Maninjau, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Tidak hanya di sana, untuk kejadian bencana banjir dan longsor baru dilaporkan di Jorong Sigiran, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumbar.

Baca selengkapnya berikut ini:

1. BKSDA Sumbar Keluarkan Larangan Mendaki Gunung Saat Natal dan Tahun Baru

Badan Geologi dan BKSDA Sumatera Barat (Sumbar) melarang pendakian ke Gunung Marapi dan sejumlah gunung lain di Sumatera Barat saat Natal dan Tahun Baru 2024-2025.

Petugas Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi menyebutkan imbauan tersebut dikeluarkan karena mengingat status dan aktifitas Gunung Marapi yang belum stabil.

"Kita menghimbau agar saling mengingatkan agar tidak ada pendakian di Gunung Marapi pada momen natal dan tahun baru 2024-2025," katanya, Senin (23/12/2024).

"Karena Gunung Marapi masih berstatus waspada dengan jarak aman radius 3 KM dari kawah Verbeek dilarang dimasuki, agar menjadi perhatian untuk kita bersama, supaya tidak ada lagi korban dari erupsi Gunung Marapi," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Sumbar, Dian Indriati, mengatakan ada sejumlah gunung lainnya di Sumatera Barat yang dilarang untuk mendaki.

Baca juga: Baznas Padang Gelar Khitan Massal 1.300 Anak, Kuota 400 Orang Masih Tersedia

"Untuk gunung-gunung yang berada dibawah pengawasan BKSDA Sumbar, seperti Gunung Marapi, Gunung Singgalang, Gunung Tandikat dan Gunung Sago tentunya kami melakukan penutupan di saat akhir tahun," katanya saat dikonfirmasi, Senin (23/12/2024).

"Penutupan ini juga sudah kita lakukan sebelum-sebelumnya, jadi bukan hanya pada momen akhir tahun ini," sambungnya.

Dian juga menyebutkan pihaknya bersama stakeholder terkait lainnya akan melakukan pengawasan di sejumlah gunung dilarang tersebut.

"Upaya yang kita lakukan yaitu bekoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti kepolisian, pemerintah nagari untuk melakukan pengamanan saat malam tahun baru tersebut," katanya.

"Selain itu kita juga akan memasang imbauan larangan di pintu-pintu masuk. Petugas kami juga akan dikerahkan untuk melakukan pengamanan," sambungnya.

Dian menghimbau agar masyarakat mematuhi aturan dan imbauan tersebut.

2. Update Bencana di Sigiran Agam: Akses Jalan Lingkar Maninjau Terganggu Akibat Material Longsor

Akses jalan terganggu akibat adanya kejadian banjir dan longsor di Jorong Sigiran, kawasan Danau Maninjau, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (23/12/2024).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Ichwan Pratama Danda, membenarkan adanya bencana banjir dan longsor akibat hujan yang turun sejak pagi dan masih berlangsung hingga pukul 15.00 WIB.

"Untuk updatenya, ada akses Jalan Kabupaten atau Jalan Lingkar (Danau Maninjau) yang tidak dapat dilewati akibat tertimbun material longsor berupa batu dan kayu. Dan, untuk cuaca masih turun hujan," kata Ichwan Pratama Danda.

Ia menyebutkan, saat ini petugas dari BPBD Agam bersama dengan masyarakat melakukan pembersihan terhadap material yang masuk ke dalam beberapa rumah.

Begitu juga untuk rumah yang terdampak, dimasuki lumpur, batu, dan pohon. Namun, pihaknya belum bisa memastikan ada berapa rumah yang terdampak dalam kejadian longsor tersebut.

Saat ini pihaknya masih fokus membantu masyarakat sambil melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak banjir dan longsor akibat hujan yang tidak kunjung berhenti.

"Saat ini masyarakat bersama petugas BPBD Agam sedang bekerja juga membersihkan material longsor yang menghambat akses jalan. Kita juga sudah berkoordinasi juga dengan Dinas PU untuk mengupayakan menyediakan alat berat," kata Ichwan Pratama Danda.

Baca juga: BREAKING NEWS: Cuaca Buruk Sebabkan Banjir dan Longsor di Sigiran Maninjau Agam

Banjir dan longsor terjadi akibat adanya hujan yang tidak kunjung berhenti di Jorong Sigiran, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Senin (23/12/2024).
Banjir dan longsor terjadi akibat adanya hujan yang tidak kunjung berhenti di Jorong Sigiran, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Senin (23/12/2024). (BPBD Agam)

Ia menyebutkan, untuk kejadian bencana banjir dan longsor baru dilaporkan di Jorong Sigiran, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumbar.

Oleh karena itu, Ichwan Pratama Danda menghimbau kepada masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Agam, Sumbar, untuk selalu waspada terhadap cuaca hujan yang masih turun hingga saat ini.

"Dihimbau kepada masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Agam, karena intensitas hujan masih turun dengan intensitas tinggi. Kita harapkan berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana yang terjadi di masing-masing daerahnya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved