John Kenedy Azis dan Rahmat Hidayat
Daftar ke KPU, Koalisi Gemuk JKA-Rahmat Siap Tantang Suhatri Bur-Yosdianto
Pilkada Padang Pariaman 2024 kemungkinan hanya akan jadi pertarungan dua pasangan calon (Paslon), sesuai jumlah Paslon yang mendaftar sampai hari ...
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Pilkada Padang Pariaman 2024 kemungkinan hanya akan jadi pertarungan dua pasangan calon (Paslon), sesuai jumlah Paslon yang mendaftar sampai hari penutupan tahapan pendaftaran di KPU Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (29/8/2024).
Kedua Paslon ini merupakan, Suhatri Bur - Yosdianto yang mendaftar pada hari kedua tahapan dan John Kennedy Azis - Rahmat Hidayat yang mendaftar di hari terakhir.
Ketua KPU Padang Pariaman Zainal Abidin, mengatakan, sampai tahapan pendaftaran ditutup hanya dua Paslon yang mendaftar dan berkasnya dinyatakan lengkap dan diterima.
Zainal menyebut, untuk pasangan Suhatri Bur-Yosdianto akan diusung oleh PAN dan PPP. sedangkan, JKA-Rahmat Hidayat diusung Golkar, Gerindra, Demokrat, PKB, PKS, Nasdem, dan PDI.
Melalui pendaftaran dua Paslon ini, akan terjadi pertarungan antara koalisi gemuk milik JKA-Rahmat dan koalisi kecil milik Suhatri Bur-Yosdianto.
Baca juga: Hanya 1 Pasangan yang Daftar, KPU Dharmasraya Perpanjang Pendaftaran Pilkada 2024 hingga 4 September
Pasangan Suhatri Bur-Yosdianto, dalam keterangannya akan mengusung misi melanjutkan, karena notabene Suhatri Bur merupakan petahana pada Pilkada 2024.
Pada Pilkada 2024, Suhatri Bur memiliki program jitu, yaitu 1000 Sarjana tanpa menggunakan dana APBD.
Program ini kata Suhatri Bur merupakan inovasi dari Yosdianto yang selama ini berkecimpung di dunia pendidikan.
Sebagai ASN, Yosdianto bekerja di Kemendikbud Ristek dan mengelola sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, latar belakang ini ternyata yang jadi daya tari Suhatri Bur menggandengnya di periode kedua.
Lahir dan besar di Padang Pariaman, sosok Yosdianto menurut Suhatri Bur mampu mewujudkan misinya dari Padang Pariaman berjaya, menjadi Padang Pariaman cermat.
"Jadi program 1000 sarjana ini tidak menggunakan APBD melainkan dana pribadi calon wakil bupati bersama dengan teman-teman seperjuangannya," ujar Suhatri Bur.
Program 1000 sarjana ini kata Suhatri Bur akan menyasar masyarakat Padang Pariaman yang tidak mampu melanjutkan pendidikan tinggi dalam kurun waktu tiga tahun.
Yosdianto, menyebut program yang ia gagas ini, merupakan penyanding dari program yang dimiliki oleh Suhatri Bur - Rahmang di periode sebelumnya, seperti pembangunan infrastruktur.
Pembangunan infrastruktur pada periode tersebut menurut Yosdianto sangat luar biasa, melalui dana APBD maupun dana pusat Suhatri Bur berhasil memajukan Padang Pariaman.
Hanya saja kemajuan infrastruktur tanpa SDM yang memadai sama saja bohong, Yosdianto menilai peningkatan mutu SDM bisa membuat pembangunan infrastruktur berfungsi dengan baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/John-Kennedy-Azis-berfoto-bersama-ketua-KPU-Padang-Pariaman-Zainal-Abidin.jpg)