Viral Keributan Warga dengan Polisi
Heboh! Warga di Padang Protes Keras, Pengendara Motor Terjatuh Saat Razia, Polisi Bantah Tendang
Masyarakat Kota Padang, Sumatera Barat, protes setelah seorang pengendara bernama Ririn diduga terjatuh saat giat patroli hunting oleh Polisi Lalu Lin
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Masyarakat Kota Padang, Sumatera Barat, protes setelah seorang pengendara bernama Ririn diduga terjatuh saat giat patroli hunting oleh Polisi Lalu Lintas (Polantas) di Jalan By Pass, Kelurahan Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung, pada Selasa (6/8/2024).
Aksi polisi yang membuat pengendara jatuh memicu kemarahan warga. Aksi protes pun pecah, dengan warga menutup akses jalan dan menuding petugas telah melakukan tindakan kekerasan.
Pantauan TribunPadang.com terlihat masyarakat ramai berada di dekat Jembatan Pampangan. Selain itu, masyarakat sempat menutup akses jalan karena tidak terima adanya salah satu pengendara terjatuh.
Selain masyarakat, terlihat adanya jajaran Satlantas Polresta Padang dan jajaran Polsek Lubuk Begalung. Hadir juga Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Alfin, dan Kapolsek Lubuk Begalung Kompol Mochammad Rosidi.
Korban selanjutnya dibawa Klinik Pratama Tyara Bunda Jalan Pampangan, Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.
Baca juga: VIRAL di Media Sosial Keributan Antar Warga Bypass Lubeg Padang dengan Polisi, Berawal dari Razia

Pengendara tersebut bernama Ririn yang merupakan karyawan Klinik Pratama Tyiara Bunda. Ia mengalami luka di bagian kaki sebelah kanan, dan lutut kanannya.
Untuk meredam adanya aksi penutupan akses jalan, petugas Satlantas Polresta Padang bersama dengan Polsek Lubuk begalung mencoba menenangkan masyarakat.
Bahkan, petugas menghubungi langsung korban yang sedang berada di Klinik untuk mengkonfirmasi apakah ada petugas melakukan pelanggaran pada saat razia, sehingga membuat pengendara tersebut terjatuh.
Pada pukul 11.55 WIB korban dirujuk ke Semen Padang Hospital untuk diperiksa dan dirawat lebih lanjut.
Salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa diduga personel Satlantas Polresta Padang menyerempet pengendara yang tidak menggunakan helm tersebut saat berkendara.
Baca juga: Anggota DPR Rezka Oktoberia Minta Bawaslu Tindak Tegas Politik Uang di Pilkada 2024 Pasaman Barat
"Memang pengendara tersebut salah, tidak memakai helm. Saat ini sudah dibawa ke Klinik Pratama Tyiara Pampangan," ujar seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Sementara itu, Ririn mengatakan setelah kejadian kakinya mengalami sakit akibat luka lecet. "Ditendang tidak, saya sedang berkendara di jalan aspal," katanya.
Ia mengakui, tidak memakai helm dan berputar arah dengan melawan arus dikarenakan adanya razia yang dilakukan petugas Satlantas Polresta Padang.
Kasat Lantas Polresta Padang, Kompol Alfin, mengatakan sekitar pukul 10.00 WIB anggota melakukan kegiatan patroli. Kemudian ada yang menginformasikan adanya masyarakat diduga terjatuh saat diberhentikan oleh personel akibat dikejar.
Baca juga: Nyamar jadi Pembeli, Polisi Ciduk Pelajar SMA yang Diduga Pengedar Narkoba di Padang Sumbar
"Akibatnya menimbulkan banyak masa yang datang. Kemudian diinformasikan juga katanya ditinggal Polisi masyarakat yang jatuh tersebut," kata Kompol Alfin.
Kata dia, ada dua personel Satlantas Polresta Padang yang melintas dan melihat adanya kecelakaan tersebut. Namun, pada saat hendak menolong sudah dihadang oleh masyarakat.
"Bahkan personel didorong oleh oknum masyarakat, sehingga tidak bisa untuk menolong. Kemudian setelah itu, saya bersama dengan Kapolsek Lubuk begalung mendatangi lokasi kejadian," ujarnya.
Ia mencoba berbicara dengan saksi-saksi yang melihat diduga adanya petugas menendang ataupun pengendara tersebut. Setelah itu, dilakukan konfirmasi kepada korban yang terjatuh.
"Dari percakapan dengan korban, yang bersangkutan tidak ada yang menendangnya, tiba-tiba langsung terjatuh. Perlu diketahui, pengendara ini melanggar dengan berkendara lawan arah dan tidak menggunakan helm," sebutnya.
Baca juga: Minta Keterangan, Polda Sumbar Datangi Rumah Korban Dugaan Penganiayaan Polisi di Polsek Kuranji
Kompol Alfin menyebutkan keterangan korban sudah diminta, dan menyatakan tidak ada ditendang ataupun dipepet oleh petugas kepolisian. Untuk Sementara, pihaknya masih mendalami lagi keterangan yang ada.
"Korbannya mengalami luka ringan. Tadi juga personel yang dihadang oleh warga, mungkin karena emosi karena banyak berita dan video bedarar, sehingga dipukul helmnya," pungkasnya. (TribunPadang.com/Rezi Azwar)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.