Kebakaran SMPN 8 Padang
Kebakaran Hanguskan Rumah dan SMPN 8 Padang, Damkar Kerahkan 60 Personel dengan 7 Armada
Kebakaran melanda SMPN 8 Padang dan sebuah rumah di Kelurahan Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Selasa (30/7/2024).
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kebakaran melanda SMPN 8 Padang dan sebuah rumah di Kelurahan Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Selasa (30/7/2024).
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang mengerahkan tujuh armada dan 60 petugas untuk memadamkan api yang meluluhlantakkan rumah dan beberapa bangunan sekolah.
Kebakaran ini berawal dari satu unit rumah yang berada di belakang pagar sekolah SMPN 8 Padang, tetapi api semakin membesar dan merembet ke bangunan sekolah.
Kepala Bidang Operasi (Kabid Ops) dan Sarana Prasarana (Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengatakan untuk bangunan yang terbakar terdiri dari satu unit rumah, satu unit Musala, dua unit kelas, dan satu unit toilet.
Kata dia, saksi melihat api yang sudah membesar di salah satu rumah kosong yang ditinggal pergi sholat ke masjid oleh pemiliknya.
Baca juga: Kebakaran di SMPN 8 Padang: Rumah, Musala, Toilet, dan Kelas Ludes
Namun, api sudah merambat ke sekolah yang berada tepat di sebelahnya, dan menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.
Selanjutnya, langsung dikerahkan armada dan petugas menuju lokasi kejadian kebakaran.
"Kami mengerahkan sebanyak tujuh unit armada dengan 60 orang petugas untuk membantu proses pemadaman," kata Rinaldi.
Ia menjelaskan, untuk saat ini api sudah dapat diatasi dan beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Sedangkan untuk penyebab kebakaran belum diketahui, dan diserahkan kepada pihak kepolisian yang juga hadir pada saat proses pemadaman.
Baca juga: Detik-detik Panik Kebakaran SMPN 8 Padang, Guru Minta Siswa Keluar saat Api Semakin Membesar
"Untuk proses pemadaman berlangsung selama 1 jam. Untuk kendala adalah akses masuk kita, sehingga kita menerobos dari pagar sekolah," katanya.
Selain itu, kebakaran juga berada di lingkungan sekolah, sehingga para murid diminta untuk meninggalkan sekolah.
Petugas juga menemukan kendala berupa lokasi yang padat penduduk dan akses yang sempit.
"Untuk kondisi bangunan yang terbakar mengalami rusak berat, kerugian ditaksir mencapai Rp 750 juta rupiah," pungkasnya. (TribunPadang.com/Rezi Azwar)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.