Liga 1

PT LIB Terapkan Financial Control, Klub Liga 1 Dibatasi Belanja Pemain Maksimal Rp50 Miliar

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB) menerapkan financial control yang ketat guna mengendalikan pengeluaran klub

Tayang:
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
Bolasport.com
BRI Liga 1. PT Liga Indonesia Baru (LIB) menerapkan financial control yang ketat guna mengendalikan pengeluaran klub selama satu musim kompetisi. 

TRIBUNPADANG.COM - Untuk pertama kalinya dalam sejarah Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB) menerapkan financial control yang ketat guna mengendalikan pengeluaran klub selama satu musim kompetisi. Kebijakan ini akan berlaku pada Liga 1 musim 2024/2025.

Financial control yang diterapkan oleh PT LIB ini bertujuan untuk membatasi pengeluaran klub agar lebih terkendali. Setiap klub Liga 1 diberikan jatah maksimal Rp 50 miliar untuk belanja pemain selama satu musim.

"Ada cap, ada batasannya juga di dalam financial control tadi. Tahun ini kami cap Rp 50 miliar, klub itu maksimal belanja pemain," ungkap Ferry Paulus, Direktur Utama PT LIB, dilansir Tribunnews.com, Minggu (23/6/2024).

Ferry Paulus pun mengatakan jika klub tidak diperkenankan belanja pemain melebihi jumlah tersebut. Apabila melanggar, maka sanksi sudah disiapkan.

Mantan Presiden Persija Jakarta itu mengatakan jika klub yang melanggar akan didenda dengan jumlah yang sama.

Baca juga: Daftar Sementara 18 Pemain Semen Padang FC untuk Liga 1 2024/25, Perburuan Skuad Masih Berlanjut

Dana tersebut nantinya akan dibagikan ke klub-klub yang tidak melanggar financial control.

"Ya kena sanksi, misalnya dia (Klub) melebihi Rp 20 miliar, ya dia kena Rp 20 miliar sanksinya," ucap Ferry Paulus.

"Harus diberikan, bukan subsidi ke klub, bukan untuk PSSI, ya kami bagikan kepada klub yang tidak melanggar," sambungnya.

Financial Control Beda Dengan Salary Cap

Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, mengatakan jika financial kontrol ini berbeda dengan salary cap yang diterapkan di Liga-liga luar negeri.

Singkatnya, kontrol finansial ini mencakup seluruh pengeluaran tim untuk belanja pemain dalam satu musim.

Financial control ini sendiri juga berkaitan dengan lisensi klub, yang saat ini menjadi fokus supaya kualitas Liga semakin meningkat.

"Pertama ini interaksi dan kaitannya dengan yang namanya club licensing. Di dalam club licensing ada satu aspek financial," kata Ferry Paulus.

Baca juga: Liga 1 2024/2025 Kembali ke Format Lama: Penentuan Juara Berdasar Klasemen Bukan Championship Series

"Nah financial inilah yang akan kami kontrol seberapa besar yang namanya revenue club dan seberapa besar expensesnya club. kesimbangan inilah yang akan kami kontrol," jelasnya.

Dalam praktiknya, Ferry Paulus, mengatakan sudah membentuk sebuah lembaga pengawas bernama Financial Control Body (FCB).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved