Penemuan Mayat di Padang

Kronologis Tewasnya Remaja Laki-laki di Bawah Jembatan Kuranji Padang Sumbar

Polresta Padang beberkan kronologi terkait penemuan mayat seorang remaja laki-laki di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (22/6/2024)

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
Foto: Rezi Azwar/tribunpadang.com
Wakapolresta Padang, AKBP Rully Indra Wijayanto, saat menjelaskan terkait perkara penemuan mayat remaja laki-laki di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Polresta Padang beberkan kronologi terkait penemuan mayat seorang remaja laki-laki di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (22/6/2024).

Diketahui mayat anak laki-laki tersebut bernama Afif Maulana (13), yang merupakan pelajar salah satu SMP di Kota Padang.

Jenazah dari Afif Maulana ditemukan di bawah Jembatan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), pada Minggu (9/6/2024) sekitar pukul 11.55 WIB.

"Saya didampingi oleh Kasubbid Paminal Bid Propam Polda Sumbar dan Bid Humas Polda Sumbar yang ikut menyaksikan maupun membantu kegiatan tindak lanjut penanganan perkara terkait temuan mayat tersebut," kata Wakapolresta Padang, AKBP Rully Indra Wijayanto.

Ia mengatakan, terkait dengan temuan mayat tersebut, Polri dalam hal ini Polresta Padang telah melakukan langkah-langkah penyelidikan, dan sampai sekarang masih dalam tahap penyelidikan.

Baca juga: Teka-teki Mayat Remaja SMP di Bawah Jembatan Kuranji Padang Sumbar, Polisi Periksa 35 Saksi

Dengan diketahui adanya mayat yang ditemukan di bawah Jembatan Kuranji, ini bermula dari adanya laporan pengaduan masyarakat yang pada saat itu akan membuang sampah di bawah Jembatan Kuranji tersebut.

"Yang bersangkutan melihat atau menemukan ada sesosok mayat anak-anak yang belum diketahui identitasnya. Kemudian melaporkan hasil temuan tersebut ke Polsek Kuranji," katanya.

Atas dasar laporan masyarakat tersebut dilakukan pengecekan ke TKP oleh pihak kepolisian, kemudian juga sudah dilakukan langkah-langkah penyelidikan untuk mengungkap.

Akhirnya diketahuilah bahwa mayat tersebut beridentitas Afif Maulana, dan kemudian dilakukan langkah-langkah penanganan lanjut dengan membawa jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi.

"Hal ini juga sudah kita mintakan persetujuan dari pihak keluarga dan atas dasar itulah kita melakukan langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut," ujar AKBP Rully Indra Wijayanto.

Baca juga: Penjelasan Polda Sumber Soal Perkembangan Kasus Penemuan Mayat di bawah Jembatan Kuranji Padang

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian, diketahui bahwa benar pada hari Minggu dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB ada rombongan anak-anak muda konvoi melintasi jembatan kuranji.

Kata dia, rombongan itu terlihat membawa berbagai macam senjata tajam dan berpapasan dengan tim Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sumbar.

"Melihat kondisi tersebut, akhirnya dilakukan upaya-upaya mengamankan para pelaku. Untuk barang bukti disitu ada berbagai macam senjata tajam yang berhasil diamankan, lalu dilakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari saksi," katanya.

Pihaknya mendapatkan keterangan dari salah satu dari rekan korban yang pada saat itu membonceng korban pada saat kejadian atas nama Adit.

Ia menjelaskan bahwa Adit menerangkan bahwa memang pada malam saat dilakukan kegiatan pengamanan yang dilakukan oleh petugas, ada sempat tersampaikan kalimat oleh korban untuk mengajak saksi melompat.

Namun, ajakan tersebut ditolak dan saksi lebih memilih untuk menyerahkan diri, sehingga terhadap hal tersebut anggota petugas dari Polda Sumbar mengamankan sebanyak 18 orang dan dibawa ke Polsek Kuranji.

Baca juga: POPULER PADANG: Penemuan Mayat di Sungai Kuranji, Prediksi Hewan Kurban pada Momen Iduladha 2024

AKBP Rully menyampaikan, dari 18 orang yang diamankan ini tidak ada nama korban atas nama Afif Maulana. Setelah dilakukan pendalaman dari ke 18 orang tersebut, yang terbukti menggunakan atau membawa senjata tajam ada satu orang dengan inisial FF yang saat ini sedang diproses.

Untuk senjata tajam lainnya yang ditemukan berserakan di lokasi kejadian, pihak kepolisian tidak bisa mengetahui siapa pemiliknya. Sedangkan terhadap inisial FF penanganan perkaranya sedang dalam proses penyelidikan dari Polsek Kuranji.

"Selain itu, untuk 17 orang lainnya sudah dikembalikan kepada keluarganya. Langkah-langkah yang sudah kita lakukan, perlu melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap fakta sesungguhnya, apa yang menjadi penyebab dari saudara Afif Maulana meninggal dunia," sebutnya.

Ia menegaskan, dari keterangan saksi akan terus dilakukan upaya-upaya untuk mencari saksi yang lain, apakah betul ada yang melihat di kejadian itu. Kemudian, pihak kepolisian juga masih menunggu hasil otopsi.

"Insya Allah Polresta Padang dalam penanganan ini akan bekerja secara profesional dan tentunya akan transparan di dalam penanganan," katanya.

Polresta Padang sampai saat ini sudah meminta keterangan sebanyak 35 orang saksi yang terdiri dari 30 orang personel yang bertugas pada saat kejadian, dan lima orang masyarakat.

"Bilamana ditemukan nantinya adanya perbuatan pelanggaran ataupun tindakan yang berlebihan yang dilakukan oleh anggota, tentunya kita akan melakukan proses lebih lanjut, sehingga di sini kami hadirkan kepada rekan sekalian Bid Propam Polda Sumbar," pungkasnya. 

(TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved