Kota Padang

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN Sumbar Gelar Aksi Bersih Pantai Purus Padang

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat (Sumbar) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Padang melakukan aksi ...

Tayang:
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Fuadi Zikri
Foto: Rima Kurniati/tribunpadang.com
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat (Sumbar) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Padang melakukan aksi bersih-bersih area sekitar Pantai Cimpago, Purus Kota Padang, Rabu (5/7/2024). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat (Sumbar) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Padang melakukan aksi bersih-bersih area sekitar Pantai Cimpago, Purus Kota Padang, Rabu (5/7/2024).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang bertepatan dengan hari ini. Pada kesempatan itu juga PLN juga menyerahkan bantuan pada Pemerintah Kota Padang berupa satu unit kontainer sampah dan 6 unit bak sampah terpilah.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat Eric Rossi Priyo Nugroho mengatakan sampah-sampah yang dikumpulkan bisa dimonetisasi dengan reuse, reduce dan recyclem

Reuse, menggunakan kembali sampah sampah yang masih bisa digunakan atau bisa berfungsi lainnya,, Reduce dengan mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan atau memunculkan sampah, recycle mengolah kembali sampah atau daur ulang menjadi suatu produk atau barang yang dapat bermanfaat.

"Dengan begitu, sampah-sampah yang dikumpulkan bisa dimanfaatkan menjadi barang yang berguna bagi masyarakat," kata Eric.

Baca juga: Hampir 60 Persen Pelanggan PLN Sumbar Kembali Menyala, Pemulihan Sistem Kelistrikan Sumatera

Disamping itu, untuk menjaga lingkungan, para relawan PLN yang ikut aksi bersih juga tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan. Mereka ke Pantai Purus dengan menggunakan sepeda, berlari pagi ataupun menggunakan kendaraan yang bermuatan banyak. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga lingkungan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumbar mengatakan sampah masih menjadi persoalan krusial di Provinsi Sumbar. Sampah yang dibuang sembarang berakibat pada terjadi bencana, seperti banjir karena saluran air tersumbat.

"Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya juga belum maksimal, sehingga masih perlu banyak tempat sampah, agar mendisiplin masyarakat," kata Mahyeldi.

Pj Sekda Padang Yosefriawan menyampaikan apresiasi atas bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSL) kepada pemerintah kota Padang.

Ia juga menyampaikan Kota Padang telah aktif dalam upaya menangani krisis iklim dengan langkah- langkah nyata dan strategis.

Di antaranya, mengalokasikan lahan seluas 37.767 hektar untuk kawasan lindung, sebagai upaya dalam melestarikan keanekaragaman hayati dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Selanjutnya, menyediakan ruang terbuka hijau dan membangun taman di setiap kecamatan. Bukan hanya memberikan ruang bagi warga kota padang untuk beraktivitas, tetapi juga meningkatkan kualitas udara dan menyerap emisi karbon.

"Selanjutnya ada program kampung iklim. program ini membina lokasi-lokasi di Kota Padang dengan mengoptimalkan komunitas setempat, untuk berpartisipasi dalam upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim, mulai dari penanaman pohon, pengelolaan sampah, hingga pemanfaatan energi terbarukan," katanya.

_____
Baca berita terbaru di Saluran TribunPadang.com dan Google News

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved