Berita Populer Padang

POPULER PADANG: Viral Bule Dipalak Anak-Anak dan Paripurna PAW 2 Anggota DPRD Diwarnai Interupsi

Viral video seorang wisatawan mancanegara dimintai uang oleh sejumlah anak-anak di kawasan Permindo, Kota Padang.

|
Editor: Rahmadi
Tangkapan layar Instagram
Tangkapan layar video viral seorang turis mancanegara yang dipalak sejumlah anak-anak di Kota Padang. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sejumlah berita menarik disajikan menjadi populer Padang setelah tayang dalam 24 jam terakhir di laman TribunPadang.com.

Berita pertama, ada kabar viral video seorang wisatawan mancanegara dimintai uang oleh sejumlah anak-anak di kawasan Permindo, Kota Padang.

Berita yang menganggu kenyamanan wisatawan ini membuat Pemko Padang menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Selanjutnya ada berita sidang paripurna DPRD Kota Padang terkait pembahasan Pemberhentian dan Penetapan Penggantian Antar Waktu (PAW) dua anggota DPRD Padang berlangsung alot.

Sidang yang dihadiri 28 dari 45 anggota DPRD Padang sempat diwarnai instruksi dari sejumlah anggota dewan, Selasa (30/4/2024) di Gedung DPRD Padang, Aia Pacah, Kota Padang.

Simak selengkapnya berikut ini:

1. VIRAL Turis Dimintai Uang dan Martabak oleh Anak-anak hingga Warga di Kawasan Permindo Padang

Viral video seorang wisatawan mancanegara dimintai uang oleh sejumlah anak-anak di kawasan Permindo, Kota Padang.

Video tersebut langsung dibagikan turis mancanegara melalui akun tiktoknya @wildcarloasvlogs.

Dalam video yang dibagikan turis itu sedang melakukan vlog di kawasan Permindo, lalu didatangi anak-anak yang berjumlah kurang lebih 4 orang.

Terlihat dalam video anak-anak tersebut meminta uang.

"Money Money Mister," ucap beberapa anak tersebut.

Turis tersebutpun langsung menjawab "I cannot, but you had already,".

Baca juga: Tanggapan Satpol PP Soal Bule Dipalak Bocah saat Jalan Kaki di Padang: Kita Tinjau Kelapangan

Tak berhenti disitu, seorang anak laki-laki berbaju hitam dengan rambut yang dicat kembali meminta uang kepada turis.

"Minta seribu," ujarnya sambil mengacungkan jari tangan membentuk angka satu.

Turis tersebut kembali menjawab, "Boss I cannot,".

Anak-anak itu terus mengikuti turis tersebut, sambil tak berhenti meminta uang.

"I gave you already, I Cannot buy you so much. Its not possible" ujar turis di dalam videonya.

Dalam video tersebut terlihat anak laki-laki yang berbaju hitam meminta untuk dibelikan minum.

"This is what I said Earlier. Im not the welfare, buy you had, you had already. I cannot and i have to go back, because the market area is finished, see you,"

Baca juga: Turis Mancanegara Dipalak Anak-Anak saat Berjalan Kaki di Padang, Pemko Minta Maaf

Sementara itu, dalam video tersebut tampak turis mancanegara ini membelikan martabak untuk tiga anak perempuan.

Seorang anak perempuan berambut panjang memakai kaos berwarna hijau lengan panjang meminta martabak dimakan bersama.

Lalu seorang anak perempuan lainnya yang terlihat lebih kecil mengatakan "Saya lapar,".

Turis mancanegara ini menimpali dengan berucap "What Can I do? and what can i believe if you say you're hungry?,".

Akan tetapi turis tersebut tetap membelikan tiga anak perempuan tersebut martabak.

"Lets get them martabak," ucap turis pria menggunakan topi dan berbaju putih itu sambil berjalan menuju penjual martabak bersama tiga anak perempuan tadi.

Alasan turis ini membelikan martabak, karena mereka hanya tiga anak perempuan, sebelumnya ada sekelompok anak yang lebih banyak dan mereka berusaha lebih keras.

"The reason i do this, they're only 3 girls now and earlier it was a bigger group and they encountered me, they tried it really hard," jelas turis dalam videonya.

Ketika membeli martabak, turis tersebut juga bertemu dengan seorang ibu menggunakan baju berwarna dongker.

Kemudian turis itu bertanya, apakah tiga anak perempuan ini anak ibu tersebut. Ibu itu mengatakan anaknya ada di rumah.

Tak hanya itu dalam video tersebut ibu itu juga menanyakan perihal status dari turis tersebut apakah sudah menikah atau belum.

Turis itu mengatakan bahwa dirinya belum menikah.

"Masih bujang kamu," ujar ibu tersebut.

Tak berhenti disitu, Ibu tadi menyarankan agar turis tersebut membeli tiga martabak, satu anak satu martabak.

"No this is not how it works, martabak is big, even when i eat martabak one is (too big)," ucapnya.

"I dont like when they're too greedy, appreciate that i buy something and adapt the bad behavior from other people, from other people i dont like it," lanjutnya.

Kemudian ibu tersebut juga meminta dibelikan martabak tetapi turis tidak mau.

Baca juga: Turis Mancanegara Kunjungi Bunga Bangkai Mekar Sempurna di Ladang Warga di Palupuh Agam

Selain itu, dalam video tersebut juga ada seorang bapak yang sedang duduk di tempat penjual martabak juga meminta dibelikan martabak kepada turis.

Lalu, ada seorang pria bertopi meminta uang kepada turis untuk membeli rokok, namun turis mengatakan itu tidak sehat.

Terlihat diakhir video turis membayar martabak menggunakan uang 10 ribu dan memberikan kepada tiga anak perempuan tadi dan tiga perempuan anak tersebut mengucapkan terima kasih.

Video yang diupload turis tersebut viral di media sosial instagram dan Tik Tok yang sudah ditonton lebih dari 2 juta penonton.

Melihat kejadian tersebut Wakil Wali Kota Padang, Ekos Albar menyampaikan atas nama pemerintah daerah, ia meminta maaf kepada wisatawan yang terganggu kenyamanan saat berada di Kota Padang, Sumatara Barat.

Hal itu disampaikan Ekos Albar menanggapi video viral yang memperlihatkan seorang turis mancanegara dipalak oleh sejumlah anak-anak beredar di media sosial.

Video itu pertama kali diunggah di akun TikTok @wildcarloasvlogs. Tampak berada di Jalan Permindo, Pasar Raya Kota Padang.

"Atas nama pemerintah Kota Padang, dalam hal ini, saya Wakil Wali Kota Padang menyampaikan permintaan maaf kepada wisatawan yang terganggu kenyamanannya," kata Ekos Albar disela-sela sidang paripurna DPRD Padang, Selasa (30/4/2024).

Ekos menilai semua yang melakukan pelanggaran, Pemko Padang akan melakukan penertiban dan pembinaan pada anak-anak tersebut.

"Pembinaan terkait teknis ini, akan dibahas Dinas Sosial bersama Satpol PP," kata Ekos Albar.

Menurutnya, kejadian seperti ini tentu berdampak pada kunjungan ke Kota Padang. Serta sudah menjadi tanggung jawab Pemko Padang melakukan penertiban.

"Pasti (berdampak kunjungan), hal-hal seperti ini muncul secara tiba-tiba. Tanggung jawab kita, bahwa hal ini, akan kita lakukan penertiban," kata Ekos Albar.

Ia juga menyampaikan bahwa ke depan Pemko Padang akan meningkatkan pengawasan dan penertiban agar wisata di Padang ini berlangsung nyaman.

Kemudian, Kasatpol PP Padang, Chandra Eka Putra mengaku akan meninjau ke lapangan terkait kejadian tersebut.

"Iya kalau yang sudah begitu, kan menganggung ketertiban itu, nanti kita akan tinjau ke lapangan," katanya, Selasa (30/4/2024).

Chandra menilai bisa saja orang tua mereka yang lalai mengawasi anaknya, sehingga melakukan perbuatan tersebut

Atau bisa juga orang tua mereka yang menyuruh melakukannya.

"Indikasi ini yang akan kita tinjau ke lapangan," kata Chandra. 

2. Paripurna PAW 2 Anggota DPRD Padang Berlangsung Alot, Rapat Diwarnai Instruksi dari Sejumlah Dewan

Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang terkait pembahasan Pemberhentian dan Penetapan Penggantian Antar Waktu (PAW) dua anggota DPRD Padang berlangsung alot.

Sidang yang dihadiri 28 dari 45 anggota DPRD Padang sempat diwarnai instruksi dari sejumlah anggota dewan, Selasa (30/4/2024) di Gedung DPRD Padang, Aia Pacah, Kota Padang.

Kedua anggota DPRD Padang yang akan di-PAW, yakni Helmi Moeslim dan Zalmadi tampak hadir. 

Keduanya diganti karena pindah partai pada Pemilihan Legislatif (Pileg) serentak Februari 2024 yang lalu.

Kedua anggota DPRD Padang itu dari Partai Berkarya, namun karena partai tersebut tidak lolos sebagai peserta Pemilu, Zalmadi maju dengan PKB, sedangkan Helmi Moeslim maju dengan Partai Berkarya.

Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani menyampaikan, SK terkait pemberhentian Helmi Moeslim dan Zalmadi sudah keluar, begitu juga dengan pengangkatan PAW sudah keluar dari Gubernur Sumbar.

"SK gubernur sudah keluar, dan kami secara administrasi harus menjalankan ini," kata Syafrial Kani, Selasa (30/4/2024).

Baca juga: VIRAL Turis Dimintai Uang dan Martabak oleh Anak-anak hingga Warga di Kawasan Permindo Padang

Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang
Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang (Tri)

Rapat sempat diskor selama tiga kali, dan sampai saat ini rapat pembahasan masih berlangsung.

Syafrial Kani menambahkan, DPRD Padang juga sudah mengagendakan pelantikan PAW yang baru pada 13 Mei 2024 pelantikan.

"Sedang kita coba lakukan lobi-lobi, bagaimana ini dilaksanakan agar tidak melanggar aturan," kata Syafrial Kani.

Sementara itu, Helmi Moeslim mengatakan, sejak dikeluarkan SK tersebut, ia sudah mengajukan gugatan dan saat ini proses hukum masih berjalan. 

Ia meminta agar pembahasan terkait PAW ditunda sampai keputusan ada.

Zalmadi juga menilai SK pemberhentian dan penetapan PAW anggota DPRD Padang tersebut juga menyalahi aturan.

Salah satunya, PAW anggota DPRD tidak dilaksanakan apabila sisa masa jabatan anggota DPRD yang digantikan kurang dari enam bulan. 

Sementara saat ini hanya tinggal 4 bulan, yang akan berakhir pada Agustus 2024 nanti. (*)

_____
Baca berita terbaru di Saluran TribunPadang.com dan Google News

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved