Profil Tokoh

Mengenal Sosok Pencipta Lagu Alamate Anak Sholeh KH Rois Yahya Dahlan

Lagu Alamate Anak Sholeh diciptakan KH Rois Yahya Dahlan. KH Rois Yahya Dahlan merupakan anak dari pasangan Hadlratus Syaikh KH. Dahlan dan Mbah....

Tayang:
Penulis: Rizka Desri | Editor: Rizka Desri Yusfita
Youtube Zuhurul Fuqohak
Mengenal Sosok Pencipta Lagu Alamate Anak Sholeh KH Rois Yahya Dahlan 

TRIBUNPADANG.COM - Lagu Alamate Anak Sholeh diciptakan KH Rois Yahya Dahlan.

KH Rois Yahya Dahlan merupakan anak dari pasangan Hadlratus Syaikh KH. Dahlan dan Mbah Mardhiah.

Hadlratus Syaikh KH. Dahlan ialah pengasuh pertama kali pondok pesantren Miftahul Ulum.

KH Rois Yahya Dahlan lahir pada 27 Dzulhijjah 1369 hijriyah atau 10 Oktober 1950.

Beliau lahir di sebuah desa bernama Talun Kecamatan Kayen Kabupaten Pati, sebuah desa asri yang berjarak kurang lebih 16 kilometer dari Kota Pati Jawa Tengah.

Baca juga: Lirik Sholawat Alamate Anak Sholeh Iku Papat, Kapeng Telu Aseh Ing Bocah Cilik-Cilik

Pendidikan KH Rois Yahya Dahlan

Dilansir dari www.ppmuy.com, KH Rois Yahya Dahlan mengawali pendidikan ilmu agama di bawah bimbingan langsung sang ayah.

Sementara pendidikan formalnya ditempuh dengan masuk sekolah rakyat di desa Talun Kecamatan Kayen Kabupaten Pati hingga tamat.

Pengembaraan mencari ilmu di pondok pesantren

Beliah mulai mondok di pesantren KH. Ahmad Sholeh Kendal selama kurang lebih sebelas bulan.

Kemudian beliau pulang ke rumah dan istirahat di rumah selama tiga bulan, kemudian beliau berangkat ke pondok di daerah Kretegan Weleri Kendal yang pada saat itu diasuh oleh Hadlratus Syaikh Mbah KH. Bajuri selama kurang lebih tujuh tahun.

Setelah lulus dan dirasa cukup menguasai ilmu yang dipelajari dari Hadlratus Mbah KH. Bajuri, kemudian beliau pulang ke kampung halamannya.

Karena beliau masih memiliki tekad dan semangat belajar yang tinggi, akhirnya beliau meneruskan pendidikannya ke pondok pesantren di daerah Kaliwungu Kendal yang pada waktu itu diasuh oleh Hadlratus Mbah KH. Rukyat selama kurang lebih tujuh tahun.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Kaliwungu dan menguasai semua ilmu yang dipelajarinya, kemudian beliau pulang kembali ke rumah dan dilanjutkan pengembaraannya dalam mencari ilmu dengan mondok ke daerah Sarang Rembang Jawa Tengah yang diasuh oleh Hadlratus Syaikh KH. Zubair Dahlan selama kurang lebih dua tahun.

Sepulangnya dari Rembang, beliau istirahat di rumah selama empat puluh hari yang kemudian dilanjutkan lagi dengan berziarah ke daerah Batu Ampar Madura selama empat puluh satu hari untuk menjalankan riyadhoh.

Disamping giat dan semangat belajar, Hadlratus Syaikh KH. Rois Yahya Dahlan juga selalu mendawamkan puasanya di semua pondok pesantren yang pernah beliau tempati.

Setelah kepulangan beliau dari riyadhoh tersebut dan meskipun beliau telah belajar selama bertahun-tahun di beberapa pesantren, beliau tak pernah lelah dalam mencari ilmu. Sehingga beliau kemudian melanjutkan kembali pengembaraannya dengan menimba ilmu ke daerah Magelang.

Namun setelah beberapa bulan berselang, ayahanda beliau yaitu Hadlratus Syaikh KH. Dahlan sakit dan akhirnya beliau dijemput oleh sebagian kerabatnya untuk diajak pulang.

Setelah ayah beliau sehat, kemudian beliau dinikahkan dengan Hj. Millatina Imronah yang selanjutnya mempunyai enam keturunan, KH. Ahus Jalaluddin, Ibu Zuhrotul Imamah, Ibu Qistiyatul Abidah, Gus M. A. Zuhurul Fuqohak, Neng sayidatul Muniroh, dan Neng Dzuriyatam Mubirokah.

Meski telah berumah tangga, semangat belajar beliau tak pernah padam, sehingga beliau pun kembali mencari ilmu dengan mengkaji kitab Ihya’ Ulumuddin di daerah Magelang Jawa Tengah selama empat puluh hari.

Sekembalinya kepulangan beliau dari Magelang, beliau memulai menetap di rumah, untuk melanjutkan perjuangan sang ayah.

Di tangan beliau inilah, bibit-bibit pondok pesantren mulai berkembang, membesar, dan banyak muridnya.

Lagu Alamate Anak Sholeh

Bukan Lirik Sholawat, Alamate Anak Sholeh sebenarnya lagu berbahasa Jawa tentang anak sholeh.

Di dalam lirik Alamate Anak Sholeh juga terdapat syair puji-pujian pada Nabi Muhammad SAW.

Adapun pujian pada Nabi SAW terdapat pada bagian "Ya Rasulullah Salamun 'Alaik Ya Rofi 'Asyani Waddaroji".

Lirik Alamate Anak Sholeh dan Artinya

Alamate Anak Sholeh iku papat
Tandanya/cirinya anak sholeh itu ada empat

Ba’dane mu’min anut ing syari’at
Setelah mukmin, tandanya adalah mengikuti syariat agama

Kang dihin lisane alus ngendikane
Yang pertama adalah lisan, tutur katanya lembut

Kapindo mulyaaken ing wong tuwone 2x (Ulangi dari Alamate Anak…)
Yang kedua, memuliakan orang tuanya

يَارَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ - يَارَفِيْعَ اْلشَّانِ وَاْلدَّرَجِ
Wahai utusan Allah, semoga keselamatan tetap padamu, Wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi

عَطْفَةً يَاجِيْرَةَ اْلعَلَمِ - يَاأُهَيْلَ اْلجُوْدِ وَاْلكَرَمِ
Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga, Wahai ahli dermawan dan pemurah hati

Kapeng telu asih ing bocah cilik–cilik
Yang ketiga, sayang terhadap anak-anak kecil

Ugo marang sedulur ugo gawe becik 2x (Ulangi dari Kapeng telu…)
Dengan saudara juga berperilaku baik

Kapeng papat ngamal anut ing ngilmune
Yang keempat, beramal dengan ilmu

Dadi tanggung jawab ora ngawurane 2x (Ulangi dari Kapeng papat…)
Menjadi tanggung jawab, tidak sembarangan

يَارَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ - يَارَفِيْعَ اْلشَّانِ وَاْلدَّرَجِ
Wahai utusan Allah, semoga keselamatan tetap padamu, Wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi

عَطْفَةً يَاجِيْرَةَ اْلعَلَمِ - يَاأُهَيْلَ اْلجُوْدِ وَاْلكَرَمِ
Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga, Wahai ahli dermawan dan pemurah hati

Iku saking ulama, aweh pitutur alamate bocah …
Itu semua dari ulama, memberikan nasehat tentang cirinya anak…

Ingkang dadi jujur
yang menjadi pribadi jujur

Iku saking ulama aweh pitutur alamate bocah….
Itu semua dari ulama, memberikan nasehat tentang cirinya anak…

Ingkang dadi jujur
yang menjadi pribadi jujur

Mugo-mugo kito biso ngelampahi
Semoga kita semua bisa melakukannya

Dunyo akhirat tan nemu bilahi
Dunia akhirat tidak bertemu bilahi/bala/celaka

Mugo-mugo kito biso ngelampahi
Semoga kita semua bisa melakukannya

Dunyo akhirat tan nemu bilahi
Dunia akhirat tidak bertemu bilahi/bala/celaka

يَارَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ - يَارَفِيْعَ اْلشَّانِ وَاْلدَّرَجِ
Wahai utusan Allah, semoga keselamatan tetap padamu, Wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi

عَطْفَةً يَاجِيْرَةَ اْلعَلَمِ - يَاأُهَيْلَ اْلجُوْدِ وَاْلكَرَمِ
Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga, Wahai ahli dermawan dan pemurah hati

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved