Masjid Raya Sumbar Dijadwalkan Ganti Nama Juli 2024, Gubernur Beberkan Alasannya

Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menjelaskan alasan rencana pergantian nama Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar).

Tayang:
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Masjid Raya Sumatera Barat. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menjelaskan alasan rencana pergantian nama Masjid Raya Sumbar menjadi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Provinsi Sumatra Barat. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyebut penyempurnaan nama Masjid Raya Sumbar dijadwalkan pada tanggal 8 Juli 2024.

Gubernur juga menjelaskan alasan rencana pergantian nama Masjid Raya Sumatera Barat menjadi 'Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Provinsi Sumatra Barat'.

Menurut Gubernur pergantian nama ini adalah wujud penghargaan atas jasa Syekh Ahmad Khatib selaku ulama dan Imam Besar Masjidil Haram.

Mahyeldi menampik anggapan sebagian pihak, yang menilai penyempurnaan nama Masjid Raya hanya bermotif pada kepentingan peluang investasi dan kerja sama dengan Timur Tengah.

Tujuan utama menyempurnakan nama Masjid Raya menurut Gubernur sebagai wujud penghargaan terhadap jasa besar Syekh Ahmad Khatib.

Baca juga: Pantai Padang dan Masjid Raya Sumbar, Destinasi Favorit Wisatawan di Libur Lebaran 2024

"Bayangkan, betapa bangganya kita, beliau Ulama Besar asal Ranah Minang yang pernah menjadi Imam Besar di Masjidil Haram. Lalu, beliau adalah guru dari ulama-ulama di Ranah Minang, bahkan guru bagi ulama-ulama besar Nusantara. Tentu penghargaan ini sudah selayaknya kita sematkan," ujar Gubernur dikutip dari Infopublik, Kamis (18/4/2024).

Selaku Ulama dan Imam Besar Masjidil Haram, sambung Gubernur, Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi telah ikut mendidik para ulama besar seperti ulama pendiri NU, KH Hasyim Ashari; ulama pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan; ulama pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Syekh Sulaiman Ar Rasuli (Inyiak Canduang), dan banyak ulama lain di generasi yang sama, yang kemudian juga menjadi guru bagi ulama-ulama besar dari generasi setelahnya.

"Dari hal ini kita dapat memastikan, bahwa jasa Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi begitu besar bagi bangsa ini, terutama sekali dalam mencerdaskan kehidupan bergama, berbangsa, dan bernegara kita," ucapnya.

Di samping itu, Mahyeldi juga mengemukakan beberapa alasan lain di balik keputusan menyempurnakan nama bagi masjid kebanggaan masyarakat Sumbar tersebut.

Di antaranya ialah mewujudkan apa yang telah direncanakan juga oleh Gubernur Sumbar sebelumnya, merangsang generasi muda Sumbar agar terinspirasi pada sosok Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, serta kemudian baru tujuan ekonomi dalam bentuk rencana kerja sama dan investasi dengan Timur Tengah.

Baca juga: Masjid Raya Sumbar Gelar Itikaf Mulai Malam Ini, Tersedia 500 Paket Sahur Gratis

"Jadi saya tekankan, alasan ekonomi itu alasan terakhir kalau hendak diurutkan. Sebab patut diketahui juga, bahwa rencana penggunaan nama Syekh Ahmad Khatib sudah diusulkan sejak zaman Gubernur Sumbar sebelumnya, Bapak Gamawan Fauzi. Namun saat itu belum direspons secara jelas oleh ahli waris keluarga Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sendiri," ucap Gubernur lagi.

Oleh sebab itu, Mahyeldi berharap seluruh pihak dapat mendukung dan melihat keputusan penyempurnaan nama masjid raya tersebut dari sudut pandang yang lebih jernih. Direncanakan, penyempurnaan nama itu sendiri akan diresmikan pada tanggal 8 Juli 2024 mendatang, atau bertepatan dengan 1 Muharram 1446 Hijriah.

"Kita sudah bertemu dengan ahli waris keluarga besar Syekh Ahmad Khatib di Saudi awal April lalu. Izin sudah kita peroleh. Informasinya, sekitar 50 orang anggota keluarga besar Syekh Ahmad Khatib dari berbagai latar belakang pekerjaan, akan ikut hadir di Sumbar saat peresmian tanggal 8 Juli nanti," ucap Gubernur menutup. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved