BPS Perkirakan Produksi Padi dan Beras di Sumbar Menurun di 2024, Angkanya Capai 11.246 Ton
Kepala BPS Sumbar Sugeng Arianto menyampaikan luas panen pada 2023 mencapai sekitar 300.565 hektare, atau mengalami peningkatan sebesar 28.682 ...
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) memperkirakan produksi padi dan beras di kabupaten kota di Sumbar mengalami penurunan tahun 2024.
Kepala BPS Sumbar Sugeng Arianto menyampaikan luas panen pada 2023 mencapai sekitar 300.565 hektare, atau mengalami peningkatan sebesar 28.682 hektare atau 10,55 persen dibandingkan 2022 yang sebesar 271.883 hektare.
Puncak panen padi pada 2023 selaras dengan 2022 yaitu terjadi pada bulan Maret. Luas panen padi pada Maret 2023 adalah sebesar 30.369 hektare, sedangkan pada Maret 2022 luas panen padi mencapai 28.682 hektare.
Sementara itu, luas panen padi pada Januari 2024 mencapai 23.246 hektare, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2024 diperkirakan seluas 83.597 hektare.
"Dengan demikian, total luas panen padi pada Subround Januari−April 2024 diperkirakan mencapai 106.843 hektare, atau mengalami penurunan sekitar 1.701 hektare atau 1,57 persen, dibandingkan luas panen padi pada Subround Januari−April 2023 yang sebesar 108.544 hektare," kata Sugeng Aryanto.
Ia menambahkan, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2023 setara dengan 858.383 ton beras.
Angka ini mengalami peningkatan sebesar 63.077 ton atau 7,93 persen dibandingkan 2022 yang sebesar 795.306 ton. Produksi beras tertinggi pada 2023 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 87.790 ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada bulan Agustus, yaitu sebesar 35.000 ton.
Baca juga: BPS Sumbar: Nilai Tukar Petani Naik 1,05 Persen, Harga Gabah Kering Panen Naik 4,55 Persen
"Pada Januari 2024, produksi beras diperkirakan sebanyak 66.991 ton beras, dan potensi produksi beras sepanjang Februari hingga April 2024 ialah sebesar 239.147 ton. Dengan demikian, potensi produksi beras pada Subround Januari−April 2024 diperkirakan mencapai 306.138 ton beras atau mengalami penurunan sebesar 11.246 ton atau 3,54 persen dibandingkan dengan produksi beras pada Januari−April 2023 yang sebesar 317.385 ton beras," katanya.
Dikatakannya, potensi penurunan produksi padi yang cukup besar pada Subround Januari–April 2024 dibandingkan Subround yang sama pada 2023 terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Sijunjung, dan Kota Padang.
Sementara itu, potensi kenaikan produksi padi pada Subround Januari–April 2024 yang cukup besar terjadi di Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Pasaman Barat. (*)
_____
Baca berita terbaru di Saluran TribunPadang.com dan Google News
| Korban Terakhir Banjir Alahan Mati Pasaman Ditemukan Meninggal, Tim SAR: 8 KM dari Lokasi Awal |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Sumbar Besok 18 April 2026: Siang hingga Sore Berpotensi Hujan Lebat di Solok |
|
|---|
| Update Minibus Masuk Jurang di Padang Pariaman, Warga Minta Penerangan Jalan Ditambah |
|
|---|
| Mobil Travel Masuk Jurang di Lembah Anai, Sopir Luka Berat dan Lima Penumpang Luka Ringan |
|
|---|
| Cek Cuaca Sumbar Jumat 17 April 2026: Waspada Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Para-pemanen-padi-di-Jorong-Tabek-Lac.jpg)