Kabupaten Solok Selatan
Bahas RKPD 2025, Pemkab Solok Selatan Tegaskan 5 Isu Strategis Pembangunan
Lima isu strategis pembangunan daerah yang telah ditetapkan, antara lain peningkatan daya saing sumber daya, penguatan ketahanan sosial masyarakat ..
Penulis: Ghaffar Ramdi | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan tetapkan lima isu strategis pembangunan dalam penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2025.
Lima isu strategis pembangunan daerah yang telah ditetapkan, antara lain peningkatan daya saing sumber daya, penguatan ketahanan sosial masyarakat dan budaya dan optimalisasi pengelolaan dan sumber daya alam, penguatan tata kelola pemerintah serta penyediaan infrastruktur dan lingkungan hidup.
Kelima poin tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam tema dan prioritas pembangunan tahun 2025 mendatang yaitu Penguatan Ketahanan Sosial dan Persiapan Transformasi Ekonomi Untuk Mendukung Indonesia Emas 2045.
Tema tersebut telah disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Bupati Solok Selatan, Khairunas mengatakan dalam menetapkan program dan kegiatan pemerintah 2025, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan.
"Program dan kegiatan tahun 2025 harus menjadi pendorong utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan daerah, serta mempunyai daya ungkit besar terhadap kesejahteraan masyarakat," kata Khairunas dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Solok Selatan 2025 di Hotel Pesona Alam Sangir.
Khairunas berharap dalam perencanaan dan penganggaran tahun mendatang, seluruh pemangku kepentingan bisa lebih kreatif 'window' pendanaan dari berbagai sumber.
Baca juga: Pasar Kuliner Pantai Padang akan Semakin Representatif, Pemko Siapkan 50 Tenda Berjualan
"Dengan begitu, tidak hanya program daerah saja yang berjalan, namun kegiatan yang dilakukan juga terintegrasi dengan program pemerintah provinsi atau pemerintah pusat," jelas Khairunas.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda mengatakan dalam menetapkan perencanaan ini seluruh Kepala Dinas harus jeli dalam menjaring program nasional untuk dialokasikan ke Solok Selatan.
"Selain itu, RKPD 2025 ini akan menjadi masa transisi pemerintah. Mudah-mudahan bisa berkelanjutan sehingga harus detail dibahas," tegasnya.
Zigo mengungkapkan, dalam pencapaian indikator makro terus mengalami perbaikan, namun terdapat beberapa permasalahan dasar yang masih harus diperhatikan dalam menyusun prioritas pembangunan pada tahun 2025.
"Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, peningkatan pendapatan per kapita masyarakat, stabilisasi harga kebutuhan bahan pokok, peningkatan SDM pelaku ekonomi seperti petani, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif," pungkas Zigo. (*)
_____
Baca berita terbaru di Saluran TribunPadang.com dan Google News
| Bupati Khairunas Lantik 32 Pejabat Solok Selatan, Tekankan Inovasi dan Pelayanan Publik |
|
|---|
| Solok Selatan Sambut Pertemuan ISKADA Sumbar, Panitia Siapkan Rute Tamu hingga Pameran UKM |
|
|---|
| Warga Solok Selatan Dibacok di Tambang Ilegal, WALHI Soroti Kerusakan dan Lemahnya Penegakan Hukum |
|
|---|
| Solok Selatan Matangkan Program Penurunan Stunting 2027, Pemda dan DPRD Satukan Langkah |
|
|---|
| Solok Selatan Siapkan Ekonomi Hijau, Berhenti Ekspor Bahan Mentah demi Kesejahteraan Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Penandatanganan-berita-acara-kesepakatan-hasil-forum-konsultasi-perencanaan.jpg)