Lirik dan Terjemahan

Arti Lagu Anak Wedok Happy Asmara, Lirik: Saiki Aku Wes Gede, Iso Golek Duit Dewe

Arti lagu Anak Wedok Happy Asmara menceritakan tentang seorang anak perempuan yang banting tulang pagi malam untuk meninggikan derajat orangtuanya.

Tayang:
Editor: Rizka Desri Yusfita
(SHUTTERSTOCK)
Arti lagu Anak Wedok Happy Asmara menceritakan tentang seorang anak perempuan yang banting tulang pagi malam untuk meninggikan derajat orangtuanya. 

TRIBUNPADANG.COM - Berikut arti lagu Anak Wedok Happy Asmara lengkap lirik terjemahan.

Arti lagu Anak Wedok Happy Asmara menceritakan tentang seorang anak perempuan yang banting tulang pagi malam untuk meninggikan derajat orangtuanya.

Lagu Anak Wedok diciptakan oleh Daru Jaya A.K.A Ndarboy & Hendra Kumbara.

Baca juga: Arti Lagu Sengkuni Leda lede, Lagu Cintamu Sepahit Topi Miring Dibawakan Jogja HipHop Foundation

Video musik lagu ini telah dirilis di kanal YouTube RC Musik, Sabtu (3/2/2024).

Lirik Lagu Anak Wedok
Kulo niki tiang setri
(aku ini anak perempuan)
Banting tulang isuk bengi
(banting tulang pagi malam)
Mugo iso mulyakke drajate uwong tuwo
(semoga bisa memuliakan derajatnya orang tua)

Biyen omahku gedek
(dulu rumahku bambu)
Trocoh yen udan bledek
(bocor kalau hujan badai)
Bapak kerjo yen mung ono proyek
(bapak kerja kalau cuma ada proyek)

Biyen durung kramikan
(dulu belum keramik)
Arep turu adem kanginan
(mau tidur dingin kena angin)
Penting saben dino iso mangan
(yang penting setiap hari bisa makan)

Saiki aku wes gede
(sekarang aku sudah besar)
Iso golek duit dewe
(bisa cari uang sendiri)
Senajan biyen mung iso nyusahke
(meskipun dulu hanya bisa menyusahkan)
Pak e buk e ngapurane
(bapak ibu maaf)
Saiki aku wis kerjo
(sekarang aku sudah kerja)
Senajan uripku rekoso
(meskipun hidupku susah)
Ikhlas bekti kanggo keluargo
(ikhlas berbakti untuk keluarga)

Kulo niki tiang setri
(aku ini anak perempuan)
Banting tulang isuk bengi
(banting tulang pagi malam)
Mugo iso mulyakke drajate keluargo
(semoga bisa memuliakan derajatnya keluargaa)

Pak e bu e rekasane
(bapak ibu kesusahan)
Ngrawat aku kanti gede
(merawat aku sampai besar)
Cen kathah luput ku
(memang banyak salahku)
Kulo nyuwun pangestu
(aku minta restu)

Biyen durung kramikan
(dulu belum keramik)
Arep turu adem kanginan
(mau tidur dingin kena angin)
Penting saben dino iso mangan
(yang penting setiap hari bisa makan)

Saiki aku wes gede
(sekarang aku sudah besar)
Iso golek duit dewe
(bisa cari uang sendiri)
Senajan biyen mung iso nyusahke
(meskipun dulu hanya bisa menyusahkan)
Pak e buk e ngapurane
(bapak ibu maaf)
Saiki aku wis kerjo
(sekarang aku sudah kerja)
Senajan uripku rekoso
(meskipun hidupku susah)
Ikhlas bekti kanggo keluargo
(ikhlas berbakti untuk keluarga)

Kulo niki tiang setri
(aku ini anak perempuan)
Banting tulang isuk bengi
(banting tulang pagi malam)
Mugo iso mulyakke drajate keluargo
(semoga bisa memuliakan derajatnya keluarga)

Pak e bu e rekasane
(bapak ibu kesusahan)
Ngrawat aku kanti gede
(merawat aku sampai besar)

Cen kathah luput ku
(memang banyak salahku)
Kulo nyuwun pangestu
(aku minta restu)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved