Abrasi Pantai di Padang

Rumah Terancam Abrasi di Pantai Pasia Jambak, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Puluhan rumah warga terancam roboh karena abrasi yang mengikis daratan di Pantai Pasia Jambak, RW 07 Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah..

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Fuadi Zikri
TribunPadang.com/Rima Kurniati
Rumah warga terancam roboh karena abrasi yang mengikis daratan di Pantai Pasia Jambak, RW 07 Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (10/1/2024). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Puluhan rumah warga terancam roboh karena abrasi yang mengikis daratan di Pantai Pasia Jambak, RW 07 Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Zaitul Ikhlas merupakan salah seorang pemilik dari rumah tersebut.

Saat ditemui, Rabu (10/1/2024) ayah dua orang anak ini tengah menebang dahan-dahan pohon cemara air yang roboh karena abrasi di depan rumahnya.

Beruntung pohon itu tidak menimpa rumahnya yang berjarak sekitar dua meter dari pantai..

"Biar lebih bersih, kalau ada kayu pengunjung takut. Kayu ini bisa dijadikan kayu api, atau dijadikan tombak ikan," katanya.

Zaitul Ikhlas sudah tinggal di sana sejak 1982, sejak saat itu sampai sekarang sekitar 15 sampai 30 meter dataran hilang.

Menurutnya, abrasi kali ini terparah yang paling dirasakannya. Abrasi disertai dengan banjir rob sejak empat hari belakangan dan puncaknya, kemarin Selasa (9/1/2024). Air naik radius 300 meter ke daratan.

Baca juga: Abrasi dan Gelombang Tinggi Kembali Terjang Pantai Pasia Jambak Padang, Warga: Ini Paling Parah

"Karena faktor angin selatan, pasang laut naik disertai gelombang besar," katanya.

Saat banjir rob, Zaitul Ikhlas bersama tetangganya berusaha sekuat tenaga memindahkan pondok-pondok agar tidak dibawa air laut.

"Ada sekitar 100 pondok di sini dan beberapa rusak karena ombak air laut," katanya.

Selain rumah yang terancam roboh, mata pencaharian Zaitul Ikhlas dari wisatawan juga berkurang 70 persen sejak adanya abrasi pada pertengahan tahun 2023 lalu.

"Kalau saya ini masyarakat awam, apalah daya. Mungkin harus ada korban, baru tiba bantuan pemerintah," kata Zainal.

________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved