Kabupaten Sijunjung

Berkunjung ke Rumah Gadang 13 Ruang Suku Dalimo Sijunjung, Rumah Gadang Tanpa Rangkiang

Suku Minangkabau di Sumatera Barat (sumbar) dikenal dengan salah satu rumah adatnya yakni rumah gadang.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
Rumah Gadang 13 ruang suku Dalimo terletak di Jorong Sungai Jodi,Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Sabtu,(25/11/2023). 

TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG - Suku Minangkabau di Sumatera Barat (sumbar) dikenal dengan salah satu rumah adatnya yakni rumah gadang.

Biasanya, setiap rumah gadang memiliki rangkiang di bagian depan yang terpisah dari bangunan utama. Rangkiang ialah bangunan tempat menyimpan padi milik kaum.

Namun berbeda dengan Rumah Gadang 13 Ruang Suku Dalimo di Kabupaten Sijunjung yang tidak memiliki bangunan rangkiang.

Rumah Gadang 13 Ruang Suku Dalimo merupakan rumah gadang terpanjang di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Rumah gadang yang berlokasi di Jalan Sungai Jodi, Jorong Sungai Jodi, Lubuk Tarok ini memiliki panjang 50,7 meter dan lebar 8,4 meter.

Saat TribunPadang.com berkunjung, Sabtu (25/11/2023), bangunan Rumah Gadang 13 Ruang masih kokoh berdiri, tidak menggunakan cat, dan masih berwarna kayu yang menghitam secara alami.

Hamparan halamannya  luas dan digunakan untuk menjemur padi yang tampaknya belum lama dipanen.

Terlihat tumpukan kayu di bawah rumah saat melirik ke sana-sini dan uniknya, tak terlihat rangkiang di halamannya, lumbung padi yang juga menjadi identitas rumah gadang masyarakat Minangkabau.

Baca juga: Pemko Padang bakal Buka Pustaka Sejarah di Rumah Gadang Kajang Padati Dt. Rajo Ibrahim

Rangkiang merupakan salah satu bagian terpisah dari rumah gadang yang biasanya digunakan untuk tempat menyimpan persediaan makanan.

Saat melangkah ke menuju pintu masuk melewati tangga yang terbuat dari kayu selebar satu jengkal. 

Pintu rumah gadang pun dibuka terlihat banyak tonggak yang menopang rumah tersebut, ada juga tonggak yang sedikit rusak karna dimakan usia.

Ruang rumah gadang itu ada yang tak memiliki sekat pembatas terlihat batas tongak antar ruang berbentuk persegi. 

Saat menoleh ke atas atapnya juga telah diganti menjadi seng yang dahulu terbuat dari ijuak.  Lampu pun juga telah dipasang sehingga rumah ini tak begitu gelap. 

Di ujung kanan ruangan terdapat alat-alat seperti tenda dan kuali besar, untuk disimpan. Sisi ujung paling kiri terdapat ruang yang ditinggikan untuk tempat duduak niniak mamak.

Baca juga: Pemko Padang bakal Buka Pustaka Sejarah di Rumah Gadang Kajang Padati Dt. Rajo Ibrahim

Pintu masuk utama sebanyak dua pintu yang terdapat di ruang ketiga dan kesepuluh. Ukuran pintu masuk utama adalah tinggi 172 cm dan lebar 78 cm.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved