Kabupaten Pasaman Barat
Rakor TPPS se-Pasaman Barat, Pemkab Harap Nagari Maksimal dalam Penanganan Stunting
emerintah Kabupaten Pasaman Barat kembali melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Angka Stunting (TPPS) se-Kabupaten Pasaman
Penulis: Ahmad Romi | Editor: Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat kembali melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Angka Stunting (TPPS) se-Kabupaten Pasaman Barat di Aula Kantor Bupati setempat, Senin (20/11/2023).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Nova Dewita dan Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Daerah, Wali Nagari dan Stakeholder terkait lainnya.
Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi melalui Staff Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Armen saat membuka Rakor menegaskan bahwa nagari diharapkan dapat maksimal dalam penanganan stunting.
“Ada beberapa nagari yang belum maksimal dalam melaksanakan percepatan penurunan angka stunting."
"Ini tentu menjadi tantangan bagi pemerintah setempat untuk melakukan upaya yang lebih maksimal ke depannya,” tegas Armen di Simpang Empat.
Baca juga: Pelaksanaan Aksi 6 Sistem Manajemen Data di Pasaman Barat Demi Percepatan Penurunan Angka Stunting
Ia meyakini, dengan upaya-upaya yang sudah dilaksanakan selama ini nantinya akan dapat mencapai persentase target yang diinginkan.
“Semoga upaya ini dapat kita tangguhkan sampai ke tingkat nagari dan kecamatan juga nantinya," katanya.
Ia juga menambahkan tujuan dari kegiatan hari ini ialah untuk meningkatkan kualitas manusia agar angka stunting di Kabupaten Pasaman Barat dapat segera diturunkan.
"Semoga kedepannya kita dapat bersama-sama menurunkan angka stunting di Kabupaten Pasaman Barat."
"Mudah-mudahan semua persepsi yang salah terkait stunting di masyarakat, dapat diluruskan dan dipahami lebih baik lagi kedepannya."
"Semoga angka stunting pada saat ini bisa diturunkan menjadi 14 persen sesuai target yang telah ditentukan," imbuhnya.
Baca juga: Kepsek SMA/SMK Pasaman Barat Laksanakan Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Keuangan Sekolah
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Pasbar Anna Rahmadia mengungkapkan bahwa berdasarkan survei SSGI 2022, Pasbar memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Sumatera Barat.
“Permasalahan stunting membutuhkan pendekatan terintegrasi dengan berbagai program lainnya dan melibatkan banyak pihak terkait."
"Kemudian dengan semangat kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Pasbar berusaha untuk mencapai tujuannya dalam menurunkan angka stunting demi kesejahteraan masyarakatnya sehingga angka bisa turun dan mencapai target 14 persen pada tahun 2024 mendatang,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/rakor-tpps-pasaman-barat.jpg)