Kota Solok

Aksi Cegah Stunting, Pemko Solok Gelar Apel Gabungan dan Senam Bersama

Pemko Solok gelar Apel gabungan dan senam bersama dalam rangka gerakan aksi cegah stunting, Jumat (27/10/2023).

Penulis: rilis biz | Editor: Emil Mahmud
IST
Wakil Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra saat senam bersama dalam rangka gerakan aksi cegah stunting, Jumat (27/10/2023). 

UNTUK membangun kesadaran bersama dalam pencegahan stunting, Pemerintah Kota Solok melaksanakan apel gabungan dan senam bersama dalam rangka gerakan aksi cegah stunting yang dilaksanakan di Halaman Balaikota Solok, Jumat (27/10/2023).

Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Walikota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, Sekretaris Daerah, Drs. Syaiful A, M.Si, Kepala OPD dan ASN di lingkup Pemko Solok.

Aksi Cegah Stunting merupakan gerakan nasional untuk menekan angka stunting yang ada di setiap Kota dan Kabupaten.

Stunting sendiri merupakan gangguan pertumbuhan pada bayi dan balita karena kurangnya asupan gizi dan nutrisi pada 1000 hari pertama masa kehidupan.

Kondisi tersebut di tandai dengan kurangnya tinggi badan dan lambatnya perkembangan otak pada anak dibandingkan dengan anak-anak se-usianya.

Baca juga: Dinas Pangan Kota Solok Launching GENIUS di SDN 14 Laing

Dalam Sambutannya, Wawako ucapkan terimakasih kepada OPD terkait telah melaksanakan apel aksi cegah stunting ini.

Ramadhani menjelaskan Prevalensi stunting selama 10 tahun terakhir menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan dan ini menunjukkan bahwa masalah stunting perlu ditangani segera.

Hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan 21,6 persen atau sekitar 7 juta balita menderita stunting

Angka stunting di Sumatera Barat mencapai 25,2 persen dan di Kota Solok sendiri prevalensi stunting berdasarkan SSGI di tahun 2021 sebesar 18,5 persen dan tahun 2022 sebesar 18,1 persen.

Masalah gizi lain terkait dengan stunting berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat adalah anemia pada ibu hamil (48,9 persen), Berat Bayi Lahir Rendah atau BBLR (6,2 persen), balita kurus atau wasting (10,2 persen) dan anemia pada balita.

Baca juga: Optimalkan Pemanfaatan PDN dan PSE, Pemko Solok Raih Penghargaan dari Kemenkominfo

“Marilah sama-sama kita dukung program aksi cegah stunting ini, terutama bagi bapak dan ibu yang ada dilingkungan Pemerintah Kota Solok, mudah-mudahan di Kota Solok bisa kita tekan lebih rendah lagi untuk tahun- tahun berikutnya,” ajak Wawako kepada seluruh peserta apel.

“Untuk mencapai target penurunan angka stunting di Kota Solok, perlu peran dari pemerintah untuk menyukseskan kegiatan ini, serta mempedomani strategi nasional yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi semua pihak baik dari tingkat pusat hingga daerah dalam kegiatan pencegan stunting ini,” lanjut Wawako Solok.

Pada kesempatan ini usai memimpin apel pagi, Wawako Solok Ramadhani Kirana Putra bersama seluruh peserta apel pagi melakukan senam bersama di halaman Balai Kota Solok.

Seluruh pegawai nampak antusias dalam mengikuti setiap gerakan senam. Kegiatan senam pagi ini juga dapat mempererat kekompakan dan kerjasama antar pegawai, terlihat keceriaan dan kegembiraan mengiringi jalannya kegiatan senam pagi tersebut. (rls)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved