Kabut Asap di Sumbar

Kabut Asap Landa Kota Padang, Jarak Pandang Hanya 3 Kilometer Dini Hari

Sudah lebih dari sebulan lamanya Kota Padang dan wilayah lain di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diselimuti kabut asap.

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Kabut asap tampak menyelimuti Kota Padang, Sumbar, Minggu (1/10/2023). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sudah lebih dari sebulan lamanya Kota Padang dan wilayah lain di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diselimuti kabut asap.

Dua hari terakhir di Kota Padang kabut asap semakin tebal, dibuktikan dengan jarak pandang yang semakin berkurang.

Pada Sabtu (30/9/2023) sepanjang hari langit Kota Padang layaknya mendung, namun hujan tak kunjung turun.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Minangkabau M. Aziz Lazuardi mengatakan bahwa tiga hari terakhir kabut asap menyebabkan jarak pandang di Sumatera Barat secara umum dan Kota Padang secara khusus berkisar antara 6-7 kilometer saat siang hingga malam hari.

Namun pada dini hari hingga pagi jarak pandang minimum mencapai 3 kilometer.

Baca juga: Dinkes Padang: Balita, Lansia, dan Ibu Hamil Rentan Terkena Dampak Kabut Asap

Hal tersebut disampaikan Aziz berdasarkan pengamatan di Stasiun Meteorologi Minangkabau dan di Stasiun Meteorologi Teluk Bayur.

Ia mengatakan bahwa faktor dominan penyebab kabut asap di wilayah Sumbar karena meningkatnya titik api (hotspot) di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.

Dari hasil pengamatan satelit pada tanggal 28/9/2023, katanya, terjadi peningkatan secara signifikan jumlah hotspot di wilayah Jambi (258 titik) dan Sumatera Selatan (2.175 titik).

"Kondisi tersebut di dukung dengan faktor angin yang bergerak dari arah tenggara dengan kecepatan 20-30 km/jam," kata Aziz melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (1/10/2023).

Adapun ia menjabarkan bahwa sebaran titik api di Sumbar berkurang sejak tiga hari terakhir.

Baca juga: Car Free Day di Padang Diselimuti Kabut Asap, Warga Mulai Alami Batuk dan Pilek

Pada 28/9/2023 pihaknya mencatat ada 76 titik api, sehari kemudian ada 13 titik api, hingga kemarin (Sabtu, 30/9/2023) tersisa dua titik.

"Wilayah yg terpantau adanya hotspot selama tiga hari terakhir yaitu Pesisir Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Pasaman," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved