Citizen Journalism
Beda Pernikahan Adat Melayu, Malaysia, dan Minang, Indonesia : Simak! Prosesi Seremoni
PERNIKAHAN merupakan ibadah terpanjang dalam hidup seseorang. Arti perkahwinan secara ringkas adalah penyatuan pria dan wanita di dalam satu hubungan
Oleh Siti Balqis Binti Salehudin Mahasiswa Internship Universiti Kebangsaan Malaysia di FIB Unand.
PERNIKAHAN merupakan ibadah terpanjang dalam hidup seseorang. Arti perkahwinan secara ringkas adalah penyatuan pria dan wanita di dalam satu hubungan yang sah disisi agama dan halal buat kedua pasangan tersebut tinggal bersama.
Semua pria dan wanita yang saling mencintai itu semestinya mahu melengkapi hubungan dengan pernikahan.
Pastinya, sebuah perkawinan itu harus mematuhi syarat yang ditetapkan oleh agama masing-masing. Selepas itu barulah adat dan budaya diserapkan ke dalam perkahwinan yang akan dilaksanakan karena menurut filosofi ‘biar mati anak, jangan mati adat’.
Setiap masyarakat itu mempunyai adat dan budaya yang perlu dipatuhi untuk mengekalkan keunikan budaya sendiri yang beda sama budaya lain.
Melalui laman Facebook Tribun Padang.com, seorang karyawan Nika Afrilia telah menunjukkan bagaimana acara ‘batando’ dilakukan di Kabupaten Lima Kota.
Disini menarik sekali karena jarang sekali ada acara mengikut adat seperti itu di zaman ini. Upacara ini dilakukan pada Kamis sehari sebelum menikah, mempelai diarak keliling kampung dengan memakai kebaya dan lelaki memakai kemeja putih tujuan untuk memperlihat anak yang ingin berkahwin.
Menurut beliau, ada beberapa adat perkahwinan bagi masyarakat minang antaranya maresek, lelaki datang ke rumah wanita dengan pakciknya (harus).
Meminang diketuai oleh Datuk sang pria (kepala suku) lalu Keluarga perempuan marapek sirih dan kumpul semua datuk wanita (kepala suku) dari atas sampai bawah untuk menentukan sesuai atau tidak.
Kemudian upacara bartando, baluah pula di malam bartando dilaksanakan tradisi memberi hidangan lemang, kue dan lainnya.
Di rumah lelaki antara pakcik (mamak) saling sambut menyambut kata lalu ke rumah wanita menggunakan Bahasa minang asli menjalin silaturahmi. Akhir sekali, kedua pengantin di nikahkan.
Ada juga di pariaman itu, pihak wanita yang perlu marasek dan memberikan maharnya. Masyarakat minang mempunyai banyak adat istiadat yang masih tidak tercerita karena disana itu banyak sekali adat budaya yang berbeda.
Di Malaysia pula, mempunyai banyak jenis kaum yaitu masyarakat yang memiliki kepelbagaian adat dan budaya namun penulisan ini ingin menceritakan secara dalam tentang asas adat resam perkahwinan masyarakat Melayu di Malaysia.
1. Merisik
Setiap seorang pria yang sudah cukup umur dan mampu untuk berkahwin itu akan mencari pasangan untuk bernikah atau ada juga yang dicarikan oleh orang tuanya pasangan untuk menikah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Resepsi-Nikah.jpg)