Berita Populer Padang

POPULER PADANG: Cerita Veteran Berusia 100 Tahun dan 11 Koruptor Dapat Potongan Hukuman

Berita populer Padang hari ini, ada berita tentang cerita veteran berusia 100 tahun dan 11 Napi koruptor bebas.

Editor: Fuadi Zikri
TribunPadang.com/Wahyu Bahar
Nawi, veteran tertua yang ada di Sumatera Barat (Sumbar) saat ini. Ia telah hidup sejak zaman Kolonial Belanda. Kini ia berusia 100 tahun, yang lahir pada 12 Mei 1923 silam. 

TRIBUNPADANG.COM - Berikut ini Berita Populer Padang yang telah tayang selama 24 jam terakhir di TribunPadang.com.

Ada berita tentang cerita veteran berusia 100 tahun dan 11 Napi koruptor bebas.

Berikut lengkapnya berita populer Padang hari ini:

Baca juga: Update Warga Pekanbaru Tenggelam di Lima Puluh Kota, Sempat Dibawa ke Puskesmas Muaro Paiti

1. Cerita Nawi, Veteran Tertua di Sumbar Berusia Satu Abad, Dulu jadi Pasukan Laskar Hizbullah

Pria asli Kuranji Kota Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ini sudah merasai hidup di berbagai zaman, baik saat nusantara masih dijajah Kolonial Belanda, diduduki Jepang, hingga masa kemerdekaan serta pasca Indonesia merdeka.

Dia adalah Nawi, seorang veteran tertua yang ada di Sumatera Barat (Sumbar) saat ini. Nawi sudah berusia 100 tahun, yang lahir pada 12 Mei 1923 silam.

Meski usianya sudah genap satu abad, namun ingatannya belum pudar mengenang masa sulit sebelum Indonesia merdeka, hingga saat Belanda melancarkan agresi militer I di Indonesia.

Di masanya, Nawi adalah ketua komando regu Laskar Hizbullah di Padang. Dilansir dari Kompas.com, Hizbullah ialah laskar rakyat yang terdiri dari para kiai, pemuda Islam, dan santri, pada masa perjuangan kemerdekaan.

Mereka mengikuti latihan militer dari Jepang. Hal tersebut juga diamini Nawi, ia mengikuti latihan militer itu sekitar tahun 1944 hingga 1945.

Baca juga: Aiptu Doni Sandra, Polisi yang Rela jadi Ojol Demi Bangun Pos Ronda di Payakumbuh

Nawi salah seorang saksi sejarah yang tersisa pada zaman Indonesia sebelum merdeka di Kota Padang.

Ia cukup mengetahui kondisi yang terjadi saat Agresi Militer Belanda I pada 1947 lalu di ibu kota Provinsi Sumbar. Saat itu pahlawan nasional Bagindo Aziz Chan tewas ditangan tentara Belanda.

"Itu kejadiannya di Simpang Tinju, tahun 1947 belum aman nagari, masih perang, kuburannya (Bagindo Aziz Chan) di Bukittinggi, disalatkan di Masjid Gantiang," ujar Nawi kepada Tribunpadang.com usai upacara peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia di Istana Gubernur Sumbar, Minggu (17/8/2023).

Menurut Nawi, saat agresi militer Belanda I ia bergerilya ke berbagai daerah di Sumbar, diantaranya Padang, Solok, Bukittinggi, Pariaman hingga Pasaman.

Ia menuturkan, agresi militer Belanda itu begitu menghantui masyarakat, termasuk di Padang. Kebutuhan pokok seperti beras sulit didapat lantaran petani tak ke sawah dan mesti mengungsi. 

"Saat nagari sudah aman, baru mereka ke sawah, jadi makanan saat itu apa yang bisa dimakan saja," kata veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) ini.

Baca juga: Arti Kata Rungkad, Judul Lagu dari Bahasa Sunda yang Dibawakan Putri Ariani saat Upacara HUT RI

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved