Citizen Journalism

Tari Piring, Warisan Budaya Minangkabau di Sumatera Barat dan Negeri Sembilan Malaysia

TARIAN Piring atau tari piriang berasal dari masyarakat Minangkabau atau berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Huriah Adam merupakan seorang koreograf

|
Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.PRIBADI ADREENA
Selama ini, tarian piring tersebut kerapkali dipersembahkan di Daerah Seremban, Kuala Pilah dan Rembau, Malaysia. 

Oleh Adreena Natasya binti Ahmad Daud, Mahasiswa Internship Universiti Kebangsaan Malaysia di FIB Universitas Andalas

TARIAN Piring atau tari piriang berasal dari masyarakat Minangkabau atau berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Huriah Adam merupakan seorang koreografer Indonesia yang telah mempopularkan tarian ini kepada masyarakat Minang.

Pergerakan tari piring ini diambil dari pergerakan silat Minangkabau dan dijadikan sebagai sebuah tarian. Hal yang lebih menakjubkan apabila tari piring ini telah berkembang sehingga ke Malaysia iaitu di Negeri Sembilan.

Selama ini, tarian piring tersebut kerapkali dipersembahkan di Daerah Seremban, Kuala Pilah dan Rembau, Malaysia.

Penduduk Minang pernah berhijrah ke Negeri Sembilan pada suatu ketika dahulu. Seterusnya, menerapkan tradisi dan budaya Minang di Negeri Sembilan, sehingga jadi wujud suku Minangkabau di sana.

Solok Sumbar
Tari Piring atau tari piriang berasal dari masyarakat Minangkabau atau satu di antara seni budaya asal Provinsi Sumatera Barat.(FOTO: ISTIMEWA/DOK.ADREENA)

Bagaimana sekilas latar belakang Tari Piring ?

Konon, masyarakat Minang pada zaman dahulu mempunyai kepercayaan terhadap dewa-dewa. Tarian ini pada awalnya merupakan tarian pemujaan masyarakat kepada Dewi Padi setiap musim menuai (panen) tiba.

Berdasar fakta dan data tentang profil Sumatera Barat ini relatif kaya serta mempunyai lahan sawah padi yang produknya lumyan serta arealnya relatif luas.

Data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat, menyebutkan luas sawah sebesar 288.511 hektare/Ha. pada Tahun 2022 atau berbanding tahun sebelumnya sebesar 273.392 Ha.

Kini, tari piring dijadikan sebagai satu media hiburan semasa acara pernikahan, adat, persembahan menerima tetamu, ilmu pendidikan kepada generasi muda dalam mengenal budaya Minang.

Di Negeri Sembilan, tarian ini sering dipersembahkan di hadapan mempelai saat acara pesta perkawinan berlangsung, di hadapan pihak keluarga serta tamu undangan lainnya.

Seiring itu, terdapat dua alat musik khas yang digunakan yaitu; Saluang dan Talempong. Sedangkan, alat musik yang digunakan di Negeri Sembilan adalah Rebana dan Gong sahaja.

Meski demikian, boleh juga diiringi dengan alat musik lain seperti Caklempong (Talempong) dan Saluang seperti di Sumatera Barat.

Terdapat 20 gerakan tari piring dan setiap tarian itu memberikan maksud yang berbed. Pada hakikatnya, gerakan tari ini diletakkan dua piring pada kedua tapak tangan dan diayunkan mengikut rentak lagu. Pergerakan tarian ini semakin lama semakin cepat mengikut rentak dan iramanya.

Sebelum penari mengakhiri tarian ini, penari akan membanting piring ke lantai sehingga pecah dan diselerakkan. Tujuan membanting piring ke lantai adalah menggambarkan kegembiraan atas hasil penuaian padi yang banyak.

Selama ini, tarian piring tersebut kerapkali dipersembahkan di Daerah Seremban, Kuala Pilah dan Rembau, Malaysia.
Selama ini, tarian piring tersebut kerapkali dipersembahkan di Daerah Seremban, Kuala Pilah dan Rembau, Malaysia. (ISTIMEWA/DOK.ADREENA)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved