Penanganan Konflik Beruang dan Harimau Berbeda, BKSDA Sumbar Ingatkan Jangan Asal Usir

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar mengimbau warga tidak asal evakuasi satwa saat terjadi konflik.

Penulis: Alif Ilham Fajriadi | Editor: Rahmadi
Istimewa
Ilustrasi beruang. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar mengimbau warga tidak asal evakuasi satwa saat terjadi konflik. 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar mengimbau warga tidak asal evakuasi satwa saat terjadi konflik.

Pasalnya, butuh penanganan serius dan harus teliti dalam setiap evakuasi. Hal ini, juga bertujuan untuk mengurangi konflik.

Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono membeberkan, butuh banyak metode dan spesifikasi khusus terhadap penanganan satwa.

Sebab, antara satu satwa dengan satwa lainnya memiliki cara pengusiran atau evakuasi yang berbeda.

Menurut Ardi, jika masyarakat tidak paham cara mengusir satwa yang tiba-tiba muncul di lingkungannya, sebaiknya segera lapor ke BKSDA Sumbar.

Baca juga: 9 Anggota Pagari Pasia Laweh Agam Dikukuhkan, Upaya Tangkal Konflik Satwa-Manusia

Ardi mencontohkan, pengusiran antara harimau dan beruang mempunyai cara yang berbeda.

Jika harimau, kata Ardi, bisa menggunakan bunyi-bunyian. Namun, beruang tidak bisa.

Seandainya beruang diusir dengan bunyi-bunyian, menurut Ardi, bakal marah dan beruang akan menyerang warga.

"Beruang kalau pakai bunyi-bunyian, malah menyerang," kata Ardi kepada TribunPadang.com, Jumat (4/8/2023) sore.

Khusus untuk beruang, Ardi menyarankan untuk diusir dengan cara menyebar bau-bau yang menyengat di lokasi kemunculannya.

Hal ini, disebabkan penciuman beruang yang sangat sensitif. Jika disebar bau yang menyengat, menurut Ardi, bakal berpotensi untuk mengusir beruang.

"Beruang akan menghindari bau yang tajam, misalnya cabai, kamper atau asap," ungkap Ardi.

Baca juga: Kemunculan Harimau di Solok Selatan Bikin Warga Takut ke Ladang, Kini Tunggu Situasi Aman

Lebih Baik Menjauh

Kendati demikian, Ardi tetap menyarankan kepada warga yang melihat atau menemukan beruang, untuk bisa segera menjauh.

Namun, tetap dengan langkah yang hati-hati, jangan sampai membuat beruang terkejut atau kaget.

"Beruang lebih banyak memakan korban, pada masa tertentu bisa juga memangsa ternak," terang Ardi.

Ardi mengakui, bahwa pencegahan konflik dengan beruang lebih rumit dibanding satwa lainnya.

"Agak sulit (mengusir) beruang, sebaiknya segera menjauh dan jangan membuat kaget," pungkas Ardi.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved