Idul Adha 2023

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Pantau Proses Pemotongan Hewan Kurban

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman melakukan pemantauan langsung proses pemotongan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 1443 H, Kami

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman melakukan pemantauan langsung proses pemotongan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 1443 H, Kamis (29/6/2023) 

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman melakukan pemantauan langsung proses pemotongan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 1443 H, Kamis (29/6/2023).

Kepala bidang Peternakan dan Kesehatan hewan Marini Jamal, mengatakan, pemantauan ini dilakukan di seluruh kelurahan dan desa yang ada di Kota Pariaman.

"Kami membagi empat tim untuk meninjau langsung proses pemotongan ini," katanya saat ditemui di Desa Rawang, Kota Pariaman.

Baca juga: Jumlah Hewan Kurban di Padang Capai 8.018 Ekor, Meningkat dari Tahun Lalu

Dalam peninjauan, ia melihat proses pemotongan bagian hati dan isi perut sapi kurban.

Dari beberapa desa dan kelurahan yang ia kunjungi banyak temuan cacing di bagian hati sapi kurban.

"Tadi sempat ada yang kami sarankan untuk membuang seluruh bagian hatinya karena tidak bisa lagi di konsumsi," jelasnya.

Sedangkan di desa lainnya ia menyarankan agar beberapa bagian yang tidak bisa digunakan itu dibuang.

Bagian hati tersebut berdasarkan temuannya terdapat banyak cacing.

Cacing itu muncul karena pemberian pakan sapi kurban yang tidak tepat.

Baca juga: Melihat Proses Penyembelihan Sapi Kurban di Rawang Kota Pariaman, Para Pekerja Dibagi Per Kelompok

Ia menilai cacing itu disebabkan oleh pakan rumput yang diberikan peternak.

Biasanya rumput yang menyebabkan cacing di bagian hati ini karena rumput yang diberikan dipotong pada pagi hari.

"Harusnya sebelum diberikan pada sapi, rumput itu dianginkan terlebih dahulu," jelasnya.

Selain bagian hati, temuan cacing juga terlihat pada bagian isi perut (babat). Hanya saja pada bagian ini cacing tersebut bisa terbuang jika dicuci bersih.

Baca juga: POPULER PADANG: Sapi Kurban Lepas ke Jalan dan UNP Buka Prodi Pendidikan IPS

Ia menyarankan bagi masyarakat yang menerima daging sapi kurban harus kembali membersihkannya.

Karena dampak dari cacing itu tidak langsung terasa, menurutnya cacing itu bisa mati saat proses memasak.

Hanya saja saat proses pembersihan telur cacing dan kotorannya menempel pada jari dan kuku.

"Kalau menempel itu berbahaya, bisa mengganggu kesehatan. Jadi selain membersihkan daging, masyarakat harus membersihkan tangan berulang kali," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved