Ibadah Haji 2023
Cuaca Panas hingga 44 Derajat Celcius saat Armuzna, Jemaah Haji Diminta Waspadai Heatstroke
Jamaah haji diminta waspada serangan heatsroke mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi yang mencapai 44 derajat celcius.
TRIBUNPADANG.COM - Jamaah haji diminta waspada serangan heatsroke mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi yang mencapai 44 derajat celcius.
Diketahui, puncak ibadah haji ditandai dengan prosesi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang akan dilaksanakan pada 27 Juni hingga 1 Juli 2023.
Cuaca pada saat itu diperkirakan bisa mencapai 44 derajat celsius di siang hari.
Oleh karenanya, jemaah perlu mewaspadai terjadinya heatstroke saat Armuzna.
Melansir Tribunnews.com, serangan heatstroke adalah kondisi tubuh tidak dapat mengontrol suhu tubuhnya.
Baca juga: Total 118 Jemaah Haji Indonesia Wafat hingga Pelaksaan Hari ke-33
Kondisi ini terjadi karena paparan panas dengan suhu tinggi secara langsung.
Sehingga menyebabkan kenaikan suhu inti tubuh hingga lebih dari 40 derajat celsius.
Kondisi ini, jika tidak segera ditangani, dapat mengakibatkan kerusakan organ seperti otak, jantung, dan ginjal.
Kepala KKHI Madinah dr. Tri Atmaja sebagai pelaksana pos kesehatan (Poskes) utama di Mina menyampaikan bahwa kondisi heatstroke perlu diwaspadai jamaah haji terutama Lansia saat berada di Armuzna.
Terdapat dua titik di Armuzna yang rawan terjadinya kasus heatstroke yakni Arafah dan Mina.
Baca juga: Sepekan Jelang Idul Adha, 1,1 Juta Jemaah Haji Sudah Berada di Tanah Suci
“Jamaah haji perlu mewaspadai heatstroke terutama saat wukuf di Arafah dan di Mina untuk lontar jamrah selama tiga hari,” tutur dr. Atma pada website resmi Kementerian Kesehatan, Minggu (25/6/2023).
Oleh karenanya, penting bagi jamaah haji untuk mengenali beberapa gejala heatstroke seperti berikut:
1.Suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 40 derajat celsius.
2.Kelelahan.
3.Kulit panas dan kering.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Tenda-tenda-Mina-sudah-mulai-disiapk.jpg)