WNI Disekap di Myanmar

Tertahan di Myanmar, Keluarga PMI Asal Padang Pariaman Berharap Anaknya Bisa Segera Pulang

Keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tertahan di Myanmar, Rio Fernando asal Kudu Gantiang, V Koto Timur, Padang Pariaman, berharap anaknya ...

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Fuadi Zikri
Istimewa
Ibu PMI yang tertahan di Myanmar Rio Fernando menujukkan anaknya di foto keluarga, di rumahnya kawasan Kudu Gantiang, V Koto Timur, Padang Pariaman. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tertahan di Myanmar, Rio Fernando asal Kudu Gantiang, V Koto Timur, Padang Pariaman, berharap anaknya segera pulang.

Harapan ini kata kakak Rio, Ronal (34) sudah ia upayakan bersama 12 PMI lainnya yang keluarganya ikut tertahan bersama Rio.

Upaya tersebut sudah berlangsung sejak Januari 2023, saat pihak keluarga mengetahui Rio mengalami intimidasi, penyiksaan dan gajinya tak dibayarkan di Myanmar.

Sejumlah upaya dari keluarga korban ini, menyurati Kemendagri, Menko Polhukam, BP2MI, Menlu dan KBRI Bangkok. Hanya saja surat tersebut masih dalam tahap tindak lanjut.

"Jadi kami mohon agar surat kami bisa segera ditindaklanjuti dan Rio bersama 12 PMI lainnya bisa kembali ke Indonesia," jelasnya, Kamis (25/5/2023).

Baca juga: PMI Asal Padang Pariaman Tertahan di Myanmar, Dispernakerkop Baru Tahu

Baca juga: Kronologis PMI Asal Padang Pariaman jadi Korban Agensi Tenaga Kerja hingga Tertahan di Myanmar

Ia mengaku kondisi adiknya di Myanmar sedang tidak baik, sejumlah ancaman dan kekerasan acap terjadi pada adiknya.

Seusai video 12 orang PMI itu viral di media sosial, informasi terakhir dari Rio (Rabu) pagi, mereka semua diisolasi karena pihak perusahaan mengetahui informasi video beredar.

Senada, ibu Rio, turut menyampaikan harapan yang sama. Ia mengaku sangat cemas akan kondisi anaknya sekarang.

Bahkan ia mengaku sulit makan dan tidur jika mengingat anak bungsunya itu.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah video singkat yang dibuat Rio beredar di media sosial. Melalui video itu ia meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo agar dipulangkan ke Indonesia.

Melalui video itu pula ia menceritakan bagaimana kondisinya bekerja di Myanmar hingga proses keberangkatannya ke Myanmar. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved