WNI Disekap di Myanmar
PMI Asal Padang Pariaman Tertahan di Myanmar, Dispernakerkop Baru Tahu
Kepala Dispernakerkop Padang Pariaman, Jon Kenedi mengaku baru mengetahui adanya warga daerah itu jadi PMI di Myanmar. Berdasarkan data pihaknya ...
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja dan Koperasi UMKM (Dispernakerkop UMKM) baru mengetahui adanya PMI (Pekerja Migran Indonesia) warga Kudu Gantiang, V Koto Timur, Padang Pariaman, tertahan di Myawaddy, Myanmar.
Kepala Dispernakerkop Padang Pariaman, Jon Kenedi mengaku baru mengetahui adanya warga daerah itu jadi PMI di Myanmar.
Berdasarkan data pihaknya, PMI Padang Pariaman tahun 2022 berjumlah 74 orang, negara tempat mereka bekerja tersebar di Inggris, Jepang, Taiwan dan dominan di Malaysia.
"Nama yang bersangkutan juga tidak terdaftar dalam data PMI kami," jelas Jon Kenedi, Kamis (25/5/2023).
Ia menyebut PMI bernama Rio Fernando yang saat ini tertahan di Myanmar, berangkat melalui jalur ilegal, sebab tak terdata di Dispernakerkop Padang Pariaman.
Baca juga: Pemkab Sijunjung Tanggung Biaya Pemulangan WNI Korban TPPO di Myanmar Muhamat Husni Sabil
Keberangkatan melalui jalur ilegal ini menurut Jon Kenedi, sangat berbahaya karena PMI bisa terlunta-lunta.
Ia menilai keberangkatan ilegal banyak memunculkan ketidakpastian pada para PMI, mulai dari jenis, tempat dan fasilitas pekerjaan yang didapat.
Menurutnya persoalan ini baru pertama terjadi di Padang Pariaman, mengingat tabiat masyarakat daerah itu yang sangat hati-hati dalam menentukan pilihan.
"Jadi ini memang perdana untuk kasus PMI di Myanmar, saya akan segera melakukan koordinasi dengan BP2MI untuk kasus ini," jelasnya.
Koordinasi ini akan dilakukan dalam waktu dekat, agar pihaknya bisa mengambil langkah lebih lanjut untuk memulangkan Rio Fernando.
Baca juga: Kronologis PMI Asal Padang Pariaman jadi Korban Agensi Tenaga Kerja hingga Tertahan di Myanmar
Lebih lanjut, Jon mengaku persoalan PMI ilegal ini sebenarnya sudah ia antisipasi sejak jauh-jauh hari.
Ia mengaku pihaknya sering melakukan sosialisasi akan keberangkatan PMI ilegal ini. Ia berharap kejadian serupa bisa diantisipasi ke depannya.
Sebelumnya kabar Rio Fernando tertahan di Myanmar disampaikannya secara langsung melalui video singkat.
Rio meminta tolong kepada Presiden Joko Widodo agar dievakuasi dan dipulangkan ke Indonesia.
Melalui video itu juga menceritakan bagaimana proses ia sampai ke Myanmar dan bagaimana perlakuan tidak mengenakkan yang ia terima selama bekerja di sana.
Kakak Rio Fernando, Ronal (34) mengatakan, adiknya berangkat ke Myanmar karena tergiur dengan gaji yang cukup besar ditawarkan oleh jasa pemberangkatan. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)
________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Tertahan-di-Myanmar-Keluarga-PMI-asal-Padang-Pariaman-Berharap-Anaknya-Bisa-Segera-Pulang.jpg)