Opini Citizen Journalism

Pers Sumbar, tak Bisa Memberi Sebanyak yang Diminta

PADA Pers, pemerintah takkan menemukan kebaikkan sebanyak yang diinginkannya.Tapi:Pers akan datang

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA
Khairul Jasmi, seorang wartawan senior asal Sumatera Barat. 

Oleh Khairul Jasmi, Wartawan Senior dan Peraih Anugerah Adinegoro

PADA Pers, pemerintah takkan menemukan kebaikkan sebanyak yang diinginkannya. Tapi: pers akan datang mengantarkan pujian dan kritik ketika waktunya tiba.

Dan, pers Sumbar sudah tua. Di sana tempat ide-ide dituangkan. Ada pemred yang ditangkap, ditembak di zaman bergolak, disidang waktu orde baru.

Bersama mereka dicaci ketika reformasi. Dibilang tak berpengaruh di zaman kini. Bahkan disebut ditunggangi.

Semua itu letupan emosi yang tak tersusun, akan berkeping bersama waktu. Namun yang tinggal, pers sendiri atau bersama siapa saja akan terus mengawal kebudayaan dan gerak-gerik para elit.

Jika kemudian, pers menjamur maka ketika masanya tiba, juga akan rontok satu demi satu.

Medsos disebut melibas pers, itu adalah gendang dalam tarian kolosal kontrol sosial saat ini.

Tentu saja pers tak bisa menjangkau semua sudut dalam satu bangsa, di sanalah medsos memainkan perannya.

Tapi saya hendak mengatakan, pers yang kuat tidak pada banyaknya klik atau oplah, namun pada pengaruh.

Pengaruh sebuah media atau organisasi pers. Lebih-lebih dalam satu barisan panjang para jurnalis.

Khairul Jasmi, seorang wartawan senior
Khairul Jasmi, seorang wartawan senior (ISTIMEWA)


“Bagak basamo,” kata seseorang dalam sebuah WAG. Itu gunanya kebersamaan, apalagi jika menyangkut kemaslahatan orang banyak dan tata kelola yang baik.

Sejauh ini, selaku insan pers bahwa kami tak pernah menyebut secara mendebarkan bahwa pers adalah pilar keempat.

Para ahli politik, demokrasi dan kebangsaanlah yang menyuarakannya.

Pers membela yang bayar, itu muncul ketika kepentinganya terusik. Dan, wartawan pun babak belur dihajar oknum. Tidak netral, ketika ia merasa dirugikan.

Tentu saja ada prilaku yang buruk, seperti juga di profesi lain. Itu gunanya sertifikasi organisasi pers, perusaan media dan sertifikasi si wartawan itu sendiri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved