Kota Bukittinggi

Modus Baru Pencopet di Pasar Aur Kuning Bukittinggi, Bergaya Serupa Perempuan Bercadar

Modus baru aksi pencopetan di Pasar Aur Kuning Kota Bukittinggi, pelaku berpenampilan seperti perempuan bercadar.

Penulis: Alif Ilham Fajriadi | Editor: Mona Triana
Istimewa
ilustrasi pencurian - Modus baru aksi pencopetan di Pasar Aur Kuning Kota Bukittinggi, pelaku berpenampilan seperti perempuan bercadar 

Kasus pencopetan marak terjadi saat momen libur Idul Fitri 1444 H di kawasan Pasar Aur Kuning, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar).

Diketahui, Pasar Aur Kuning Bukittinggi merupakan sentra grosir terbesar di Sumatera. 

Hal ini, membuat aktivitas jual-beli di Pasar Aur Kuning Bukittinggi menjadi ramai dan padat. Apalagi saat momen libur Idul Fitri 1444 H.

Kendati demikian, menjadi pusat grosir terbesar di Sumatera juga kerap membuat Pasar Aur Kuning rentan terhadap aksi pencopetan.

Kepala Satpam Pasar Aur Kuning, Zulkifli mengakui, bahwa saat libur Idul Fitri 1444 H, kasus pencopetan marak terjadi di pusat grosir terbesar di Sumatera tersebut.

"Kasus pencopetan saat libur lebaran 2023 ini marak di Pasar Aur Kuning. Laporan yang masuk ke petugas keamanan itu sekitar enam kasus," kata Zulkifli kepada TribunPadang.com, Selasa (2/5/2023).

Zulkifli menerangkan, laporan yang masuk ke pihaknya itu, rata-rata yang menjadi korban pencopetan ini adalah pengunjung yang berbelanja ke Pasar Aur Kuning.

"Sebanyak enam laporan itu, semuanya ini adalah pengunjung. Mereka datang dari berbagai daerah di Sumbar," terang Zulkifli.

Berdasarkan data yang dimiliki Zulkifli, korban pencopetan yang paling banyak mengalami kerugian itu sekitar Rp8 juta. Korban ini berasal dari Dharmasraya.

"Korban ini kerugiannya macam-macam, ada yang ratusan ribu, ada yang Rp4 juta. Tapi yang tertinggi itu sebesar Rp8 juta rupiah, korban ini dari Dharmasraya," ungkap Zulkifli.

Zulkifli menyebut, aksi pencopetan itu tak didapati pelakunya. Sebab, kondisi pasar saat libur Idul Fitri 1444 H itu sangat padat dan ramai.

"Pelaku ini tak ketemu, soalnya korban mengetahui uangnya telah dicopet saat akan pulang dan memeriksa barangnya," tutur Zulkifli.

Terkait dengan maraknya aksi pencopetan di Pasar Aur Kuning itu, Zulkifli mengimbau kepada pedagang dan pembeli untuk dapat waspada dan menjaga barang bawaannya.

"Imbauan kami, karena kondisi pasar yang selalu ramai, diharapkan pengunjung dan pedagang bisa lebih ekstra menjaga barang pribadinya, terutama dompet dan handphone," pungkas Zulkifli.

(TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi)

 


 
 
 


Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved