Gerhana Matahari di Sumbar
Salat Gerhana Matahari di Masjid Raya Sumbar, Khatib Ingatkan agar Jangan Sombong
Salat gerhana matahari digelar sekitar pukul 10.45 WIB dengan imam Irsat, S.Iq. Tampak tujuh shaf jemaah lelaki dan empat shaf jemaah perempuan.
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Salat Gerhana Matahari di Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) berlangsung khusuk pada Kamis (20/4/2023).
Salat gerhana matahari digelar sekitar pukul 10.45 WIB dengan imam Irsat, S.Iq. Tampak tujuh shaf jemaah lelaki dan empat shaf jemaah perempuan.
Salat diawali dengan penyampaian ceramah oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.
Penyelenggaraan salat digelar dua rakaat, yang mana satu rakat dilakukan dua kali rukuk.
Usai salat, khatib kali ini Solsafad, S.Pd I, MA. menyampaikan bahwa Islam mengajarkan bagaimana melihat fenomena alam gerhana matahari dengan menggelar salat gerhana.
Baca juga: Besok Gerhana Matahari Hibrid Sebagian Bisa Dilihat di Sumbar, BMKG bakal Lakukan Pengamatan
Baca juga: Tata Cara Shalat Gerhana Matahari 20 April 2023, Digelar Berjamaah di Masjid Raya Sumbar
"Gerhana matahari menunjukkan bahwa kita hanya kecil dibandingkan Allah. Sehingga tidak ada kesombongan yang pantas disombong oleh manusia," ujarnya.
Ia juga mengajak jemaah untuk mengagungkan Allah dan mengecilkan diri atau tidak menyombongkan diri.
"Bersegeralah memohon ampun kepada Allah, jika selama ini menyombongkan ilmu, ekonomi, jabatan ataupun apa pun, karena tidak ada yang patut disombongkan," ujarnya.
Usai pelaksanaan salat, jejaran Pemprov Sumbar bersama Kamenag ikut melakukan pengamatan gerhana matahari di halaman Masjid Raya Sumbar. (TribunPadang.com/Rima Kurniati)
________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Salat-Gerhana-Matahari-di-Masjid-Raya-Sumbar-Khatib-Ingatkan-agar-Jangan-Sombong.jpg)