Kabupaten Agam
Sejumlah Ikan Endemik Langka di Danau Maninjau Akibat Air Tercemar
Kualitas air Danau Maninjau Agam, Sumatera Barat (Sumbar) yang terus menurun, sehingga mengancam sejumlah ikan endemik
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Kualitas air Danau Maninjau Agam, Sumatera Barat (Sumbar) yang terus menurun, sehingga mengancam sejumlah ikan endemik di dalamnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira, mengatakan saat ini ikan endemik seperti ikan rinuak sudah sangat langka di Danau Maninjau.
"Tidak hanya rinuak, ikan endemik bada, nilem dan lainnya juga mengalami kelangkaan," katanya, Kamis (6/4/2023).
Kelangkaan ikan khas danau Maninjau ini terjadi karena dalam beberapa bulan ini kondisi air danau vulkanik itu tercemar.
Kelangkaan bermula pada akhir 2022 akibat air danau tercemar setelah angin kencang disertai curah hujan tinggi.
Baca juga: Danau Maninjau Tercemar, Populasi Ikan Rinuak Terus Turun Sejak Desember 2022
Akibat kondisi itu, kadar oksigen berkurang di dalam Danau Maninjau, sehingga ikan mati masal, termasuk ikan rinuak, bada, nilem dan lainnya.
"Tidak hanya ikan keramba jaring apung saja yang mati, ikan endemik juga mati, sehingga nelayan kesulitan menangkapnya," katanya. Rosva.
Akibat berkurangnya populasi ikan endemik ini, Rosva menilai keseimbangan ekosistem di dalam danau Maninjau juga akan terganggu. Seperti interaksi antar spesies dalam rantai makanan.
Kendati demikian pihaknya belum menempuh upaya apapun saat penurunan populasi ini terjadi.
Berkaca pada kejadian sebelumnya populasi ikan endemik ini akan kembali jika kualitas air danau membaik.
Baca juga: Danau Maninjau Tercemar, Populasi Ikan Rinuak Terus Turun Sejak Desember 2022
"Saat ini ikan rinuak, bada dan nilem itu berada di aliran sungai di sekitar danau untuk mencari air yang bersih, nanti kalau sudah normal ia kembali lagi ke danau," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pemandangan-Danau-Maninjau-pada-sore-hari.jpg)