Kabupaten Agam

Sering Terjadi Abrasi Pantai, Warga Tiku Agam Minta Dibangun Batu Pemecah Ombak

Keluhan itu disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Masang, Arnomi kepada Tim Safari Ramadan (TSR) Kabupaten Agam di Masjid Al Hidayah.

Penulis: Alif Ilham Fajriadi | Editor: Rahmadi
AMC News
Suasana saat Tim Safari Ramadan (TSR) Kabupaten Agam berkunjung ke Masjid Al Hidayah Jorong Masang, Tiku V Jorong, Agam, Sumatera Barat. Warga meminta dibangun batu pemecah ombak. 

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Masyarakat mengeluhkan abrasi pantai yang semakin parah di Jorong Masang, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Diketahui, abrasi yang terjadi itu memasuki kawasan bibir Pantai Tiku, Kabupaten Agam, Sumbar.

Keluhan itu disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Masang, Arnomi kepada Tim Safari Ramadan (TSR) Kabupaten Agam di Masjid Al Hidayah.

"Kondisi alam di Tiku V Jorong ini tak menentu, karena berada di kawasan pantai akhirnya mengakibat abrasi di setiap tahunnya, kawasan Masang lah yang terparah," kata Armoni dikutip TribunPadang.com dari AMCNews, Rabu (5/4/2023).

Akibat ancaman abrasi itu, kata Arnomi, berimbas kepada kawasan pemukiman warga di sekitar bibir pantai.

Baca juga: 15 Tahun Terbengkalai, Sungai Batang Kurambik Koto Gadang Agam Akhirnya Direlokasi

Saat ini, warga di Jorong Masang sangat menginginkan pembangunan batu pemecah ombak.

"Sejak dulu hingga kini, setidaknya sudah sebanyak 15 meter tepi pantai tergerus akibat abrasi ini," tutur Arnomi.

Menurut Arnomi, dengan diberikannya bantuan batu pemecah ombak di bibir pantai Tiku, mampu untuk menghambat pergerakan abrasi ini.

"Jika tidak ada batu pemecah ombak ini, maka niscaya daerah kami lambat laun akan terus tergerus gelombang pantai," ungkap Arnomi.

Sementara itu, Wali Nagari Tiku V Jorong, Mardius menyampaikan, kondisi abrasi yang terjadi di Jorong Masang itu memang sudah ada sejak dahulunya.

Baca juga: Audiensi Bersama HMTKS, Bupati Andri Warman : Agam Butuh Peran Mahasiswa

Mardius menilai, akibat abrasi itu berimbas kepada batas Jorong Masang yang sudah tiga kali dipindahkan dari lokasi awalnya.

"Secara historis, batas daerah Jorong Masang ini sudah tiga kali dipindahkan karena abrasi yang terjadi, kami dari Pemerintah Nagari surah menyampaikan ke pihak terkait juga," pungkas Mardius.(TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved