Terancam Dibesituakan, Azwar Anas Benahi dan Bangkitkan Semen Padang Jadi BUMN Terkemuka
Jika Soeharto pernah memanggil Habibie pulang dari Jerman untuk membenahi industri Indonesia, Azwar Anas pernah dipanggil Harun Zain pulang kampung ..
Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM - Jika Soeharto pernah memanggil Habibie pulang dari Jerman untuk membenahi industri Indonesia, Azwar Anas pernah dipanggil Harun Zain pulang kampung untuk Semen Padang.
Harun Zain (lengkapnya Sutan Harun Al-Rasjid Zain gelar Datuak Sinaro) adalah Gubernur Sumatera Barat (gubernur ke-2 Sumbar), dan Azwar Anas saat itu merupakan petinggi Pusat Industri Angkatan Darat (Pindad) di Bandung.
Azwar Anas (gelar Datuak Rajo Suleman) dipanggil Harun Zain untuk menjadi Direktur PN (Perusahaan Negara) Semen Padang, kala Sumatra Barat porak-poranda akibat penumpasan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).
Ia diberi tanggung jawab besar untuk membenahi Semen Padang yang saat itu berada di ujung jurang, perusahaan besar yang 'tumbang' dan terancam dijual seperti 'besi tua'.
Diceritakannya dalam buku Azwar Anas: teladan dari ranah Minang, Gubernur ke-3 Sumbar itu menyebut momen tersebut terjadi pada 1969 dan 1970. Harun Zain menjemputnya langsung ke kediamannya.
Baca juga: Azwar Anas Meninggal Dunia, Audy Joinaldy Sebut Pernah Diberi Nasihat Soal Membangun Sumatera Barat
Katika itu, Harun Zain menceritakan bagaimana kondisi Sumatera Barat dan Semen Padang, satu-satunya perusahaan besar yang berperan penting untuk membangun infrastruktur di Sumbar.
Azwar Anas ketika itu mendua, bukan tak ingin mengabdi di kampung halaman, namun ia punya tanggung jawab besar pula di Pindad. Ia menyebut perusahaan yang dipimpinnya itu sedang menjanjikan masa depan yang baik.
Berkat nasihat kedua orang tuanya, Azwar Anas pun memantapkan pilihan untuk pulang kampung. Pada 1970, ia resmi dilantik menjadi Direktur Utama Semen Padang).
Ia dilantik oleh Sekjen Departemen Perindustrian, Barli Halim di Kantor Departemen Perindustrian, Jakarta. Saat itu pula, Fuad Rivai dilantik sebagai Direktur Tenik dan Budi Sulistyo sebagai Direktur Finansial dan Pemasaran.
Usai dilantik, Azwar Anas terbang ke Ranah Minang. Segudang permasalahan menunggu untuk diselesaikan. Mulai dari fisik pabrik yang memburuk, para pekerja yang terancam menganggur dan gaji yang belum dibayarkan.
Baca juga: Mantan Gubernur Sumbar Azwar Anas Meninggal Dunia di Jakarta, Sempat Menjalani Perawatan di RSPAD
Kemudian internal perusahaan yang tidak baik, berbagai isu miring yang bertebaran soal Semen Padang, hingga penjualan yang anjlok karena perekonomian sulit.
Secara perlahan Azwar Anas membenahi Semen Padang sedikit demi sedikit, fisik pabrik ditata ulang, mental para karyawan direhabilitasi melalui dakwah Islam dan masalah gaji diselesaikan.
Azwar Anas juga meningkatkan disiplin pekerja dan mengembangkan kapasitas pekerja dengan merekrut tenaga ahli dan pembinaan sumber daya manusia. Pada tahun 1971, pemerintah mengubah status perusahaan ini menjadi persero.
Meski sempat dicemooh tidak akan bisa memperbaiki Semen Padang, akhir dari kerja kerasnya, selama tujuh tahun (1970-1977), Azwar Anas berhasil membangkitkan perusahaan itu menjadi BUMN terkemuka di bawah Departemen Perindustrian.
Hingga kini, Semen Padang terkenal dengan perusahaan yang memiliki bahan baku semen terbaik di Indonesia.
Baca juga: Wali Kota Padang Hendri Septa Besuk Mantan Gubernur Sumbar Azwar Anas di RSPAD Gatot Subroto
Setelah sukses bangkitkan Semen Padang, Azwar Anas didapuk menjadi Gubernur Sumatera Barat ke-3 menggantikan Harun Zain. Ia menjabat dua periode, dari 1977 hingga 1987.
Azwar Anas dikabarkan meninggal dunia pagi tadi, 5 Maret 2023, pukul 11.40 WIB, di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Ia meninggal setelah sempat dirawat intensif selama dua bulan. (TribunPadang.com/Fuadi Zikri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Almarhum-mantan-Menteri-Perhubun.jpg)