Kota Padang

Cerita Warga Padang Megi Suprianto, Cium Bau Bangkai di Malam Hari Ternyata Bunga Rafflesia

Bunga rafflesia ini tumbuh di pemukiman masyarakat di Jalan Raya Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rahmadi
istimewa
Bunga rafflesia tumbuh di samping rumah warga sehingga menarik perhatian masyarakat untuk melihatnya secara langsung, Rabu (8/2/2023). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Salah seorang warga kaget dengan munculnya bau bangkai sangat menyengat pada malam hari dekat rumahnya di Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Setelah dilakukan pengecekan ternyata bunga langka rafflesia arnoldi mekar di samping rumahnya, Rabu (8/2/2023).

Bunga rafflesia ini tumbuh di pemukiman masyarakat di Jalan Raya Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Pantauan TribunPadang.com terlihat bunga rafflesia arnoldi ini tumbuh di samping rumah warga bernama Megi Suprianto (30).

Tepat di sebelah rumah megi ada beberapa tanaman yang membatasi antara rumahnya dan tetangganya.

Baca juga: Bunga Langka Rafflesia Arnoldi Tumbuh di Samping Rumah Warga di Pauh Kota Padang

Agar tidak cepat mati, terlihat bunga tersebut dipagar dengan menggunakan terpal.

Selanjutnya Megi juga meletakkan kardus bertuliskan 'sumbangan' tepat di sekitar bunga rafflesia arnoldi ini tumbuh.

"Awalnya saya tahu itu saat sedang hujan lebat pada malam hari, lalu tercium bau bangkai," kata Megi Suprianto.

Selanjutnya Megi Suprianto keluar dari rumahnya untuk melakukan pengecekan asal bau bangkai tersebut.

"Terlihat bunga ini sedang kembang dan ternyata dari sana asal bau bangkainya," kata Megi Suprianto.

Baca juga: Cerita Muhammad Rizki, Pegiat Alam yang Temukan Rafflesia di Hutan Saniangbaka Solok

Bunga rafflesia tumbuh di samping rumah warga di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/2/2023).
Bunga rafflesia tumbuh di samping rumah warga di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/2/2023). (TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Megi menyebutkan bahwa bunga ini baru pertama kali tumbuh di sekitar rumahnya.

"Setelah saya lihat, saya tahu itu bunga rafflesia. Seumur hidup baru ini saya melihat bunga ini," katanya.

Selanjutnya informasi adanya bunga ini tersebar dan masyarakat berdatangan untuk melihatnya secara langsung.

Disebutkannya masyarakat biasanya ramai datang pada sore hari yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat lainnya.

"Ramai yang datang ke sini, seperti masyarakat dari Palingga dan kawasan Kecamatan Padang Barat. Bunga ini sudah lima hari kembang," katanya.

Baca juga: Bunga Rafflesia Arnoldi Ditemukan Kembali Mekar di Hutan Saniangbaka Solok

Megi menyebutkan bunga ini akan mati jika sudah lewat dari satu minggu.

"Saat awal-awal bunga rafflesia ini berbau seperti bangkai anjing," pungkasnya. (TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved