Kota Bukittinggi
Jari Manis Bengkak Gara-Gara Cincin, Pelajar di Bukittinggi Lapor Damkar
Seorang pelajar di Bukittinggi menderita radang dan pembengkakan pada jari akibat pakai cincin.
Penulis: Alif Ilham Fajriadi | Editor: Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Seorang pelajar di Bukittinggi menderita radang dan pembengkakan pada jari akibat pakai cincin.
Personel Damkar dan Penyelamatan Bukittinggi, berusaha melakukan evakuasi untuk melepaskan cincin tersebut dari jari pelajar itu.
Diketahui, cincin yang dipakai pelajar itu tidak muat lagi untuk ukuran jarinya. Lalu, terjadi pembengkakan di jari manis pelajar itu.
Baca juga: Bikin Sakit dan Tak Bisa Dilepaskan, Damkar Padang Potong Cincin di Tangan Bocah Pakai Gerinda Mini
Dari pantauan TribunPadang.com, cincin itu terbuat dari besi titanium berwarna putih. Cincin itu, dipakai pelajar tersebut di jari manisnya.
Kadis Damkar dan Penyelamatan Bukittinggi, Rofie Hendria mengatakan, pihaknya melepaskan cincin itu pada Jumat (3/2/2023) kemarin.
Bermula saat ada laporan masuk ke kantor Damkar dan Penyelamatan Bukittinggi.
Lalu, kata Rofie, personelnya segera melakukan evakuasi untuk melepas cincin itu.
"Ada pelajar bernama Muhammad Nabil (16), dirinya mengadu ke kami untuk dibantu melepaskan cincin yang sudah mulai sempit di jarinya," kata Rofie, Sabtu (4/2/2023).
Baca juga: Cincin Perak di Jari Manis Bocah 4 Tahun Dilepas Petugas Damkar Padang Pakai Gerinda Mini
Rofie menuturkan, untuk melepaskan cincin di jari manis pelajar itu, pihaknya menggunakan alat berupa gerinda yang berfungsi untuk memotong cincin.
"Tidak berlangsung lama, cincin itu bisa terlepas tanpa menyakiti pelajar itu, bisa disebut misi kami sukses," ujar Rofie.
Selain itu, Rofie menyampaikan, sudah menjadi tugas Damkar dan Penyelamatan untuk membantu masyarakat.
"Tugas Damkar dan Penyelamatan tidak hanya untuk kebakaran saja, tapi kasus serupa pelajar ini bisa pula kami tangani," terang Rofie kepada TribunPadang.com.
Untuk itu, Rofie mengimbau, kepada masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, supaya segera melapor ke personel Damkar dan Penyelamatan Bukittinggi.
"Jika tidak bisa ke kantor, bisa hubungi 0752 31113, semua pelayanan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis," pungkas Rofie. (TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Damkar-Bukittinggi-bantu-lepas-cincin-pelajar.jpg)