Gunung Marapi Erupsi

Gunung Marapi Erupsi, Bupati Agam Minta Aktivitas Pendakian ke Puncak Dihentikan

Bupati Agam meminta, supaya wilayah di sekitar Gunung Marapi dikosongkan dahulu, terlebih yang berjarak 3 kilometer dari puncak atau kawah.

Tayang:
Penulis: Alif Ilham Fajriadi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi
Penampakan Gunung Marapi difoto dari Gerbang Batu Palano, Agam, Sumatera Barat, Senin (9/1/2023). 

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam terbitkan surat edaran, terkait imbauan peningkatan kewaspadaan di sekitar Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar).

Imbauan itu tercantum di SE No: 360/20/BPBD-AG/1/2023, ditujukan kepada masyarakat Kabupaten Agam dan pengunjung di sekitar Gunung Marapi.

Diketahui, surat edaran tersebut ditanda tangani oleh Bupati Agam Andri Warman di Lubuk Basung, Senin (9/1/2023).

Melalui edaran itu, Andri Warman meminta, supaya wilayah di sekitar Gunung Marapi dikosongkan dahulu, terlebih yang berjarak 3 kilometer dari puncak atau kawah.

Lalu, juga diminta supaya aktivitas pendakian ke Gunung Marapi dihentikan untuk sementara waktu. Mengingat kondisi gunung saat ini sedang erupsi sejak tiga hari lalu.

Baca juga: 3 Hari Erupsi, 57 Letupan Terjadi di Gunung Marapi, Tinggi Kolom Abu 200 hingga 300 M dari Puncak

Gunung Marapi Erupsi Sabtu (7/1/2023).
Gunung Marapi Erupsi Sabtu (7/1/2023). (Dokumentasi PVMBG)

Selain itu, Andri Warman juga menyampaikan, masyarakat diharapkan tidak panik dan tetap tingkatkan kewaspadaan terkait ancaman erupsi di Gunung Marapi.

Dasar dari pelarangan pendakian dan pengosongan aktivitas di puncak Gunung Marapi itu, merujuk kepada informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Informasi dari PVMBG bahwa Gunung Api Marapi saat ini berada di status Level II (waspada)," kata Andri Warman, dikutip dari SE No: 360/20/BPBD-AG/1/2023.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Pos Pengamatan Gunung Marapi, Teguh Purnomo, mencatat erupsi pertama kali diketahui pada Sabtu (7/1/2023) sekira pukul 06.11 pagi.

"Hingga kapan selesainya erupsi ini, kita belum bisa memprediksinya, saat ini hanya fokus untuk mengamati saja," ungkap Teguh.

Baca juga: POPULER SUMBAR: Gunung Marapi Telah Steril dan Kronologi Warga Tenggelam di Pesisir Selatan

Teguh menyebut, fenomena pada gunung berapi itu agak unik. Soalnya, sangat susah untuk diprediksi bagaimana kelanjutannya.

"Bacanya itu harus berdasarkan data, jadi kita ikuti saja perkembangan datanya selanjutnya, serupa meninjau dari segi kegempaan, tremornya juga mesti dilihat," terang Teguh.

Terkait dengan statusnya, Teguh menuturkan, Gunung Marapi kini dalam status Waspada atau Level II.

Saat ini, kata Teguh, pihaknya sedang melakukan pemantauan melihat perkembangan dan peningkatan gempa di sekitar lokasi erupsi.

Lalu, juga meninjau perkembangan daerah vulkaniknya dangkal atau dalam dan gempa permukaannya juga.

Baca juga: Gunung Marapi Telah Steril, 104 Pendaki Sudah Turun dengan Selamat, 57 di Antaranya Ilegal

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved