Kabupaten Sijunjung
Cara Pembuatan Lapiak Pandan Ala Pengrajin di Sijunjung, Dijemur Kering Sebelum Dianyam
Berbeda dengan pandan untuk bahan makanan, lapiak pandan berbahan dasar pandan duri atau dalam bahasa latin pandanus tectorius.
Penulis: Hafiz Ibnu Marsal | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG - Tikar pandan atau lapiak pandan merupakan kerajinan tangan yang dibuat sejak lama oleh masyarakat Nagari Padang Laweh Selatan, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar).
Berbeda dengan pandan untuk bahan makanan, lapiak pandan berbahan dasar pandan duri atau dalam bahasa latin disebut pandanus tectorius.
Pandan duri memiliki ukuran daun dengan panjang sekira satu sampai dua meter, dengan di bagian samping dan tengah daun dilengkapi duri-duri tajam.
Pengepul sekaligus pengrajin lapiak pandan Sijunjung Yuliniwati menyebut, mayoritas ibu-ibu di daerahnya membuat kerajinan itu sebagai penghasilan tambahan.
Yuliniwati memberikan cara-cara dalam membuat lapiak pandan Sijunjung yang di buat masyarakat di Nagari Padang Laweh Selatan.
Baca juga: Kerajinan Lapiak Pandan Sijunjung, Jadi Penghasilan Tambahan Ibu-ibu di Nagari Padang Laweh Selatan
"Pandan duri banyak tumbuh di sini, sehingga untuk bahan baku pembuatan lapiak ini cukup banyak," ujarnya kepada TribunPadang.com, Senin (9/1/2023).
Kata Yuliniwati, pembuatan lapiak pandan Sijunjung masih dilakukan secara tradisional tanpa alat oleh masyarakat.
Pembuatan diawali dengan mengumpulkan pandan duri yang memiliki panjang daun sesuai dengan ukuran lapiak yang akan dibuat.
Selanjutnya, pengerjaan dilanjutkan dengan membuang duri pada daun pandan tersebut.
Daun pandan yang sudah dibuang durinya, seterusnya dibagi menjadi dua bagian.
Baca juga: Ribuan Anggota BKMT se-Sumbar Hadiri Wisata Dakwah dan Tablig Akbar di Masjid Istiqlal Sijunjung
"Kemudian daun tersebut dijemur hingga kering dan berubah warna menjadi coklat," ungkap Yuliniwati.
Dalam menjemur daun, juga bergantung dengan cuaca, jika langit mendung daun tidak akan kering, sehingga dibutuhkan lebih lama dalam prosesnya.
Dikatakannya, lapiak pandan juga bisa langsung dianyam terlebih dahulu sebelum dijemur.
Tetapi, hasilnya akan lebih bagus jika dijemur terlebih dahulu.
Lanjut Yuliniwati, setelah daun pandan dirasa sudah cukup kering, daun tersebut dipress manual menggunakan kayu dengan cara ditarik.
Baca juga: 590 Kasus PMK di Sijunjung Telah Sembuh 100 Persen, Tidak Ada Penambahan hingga Akhir Desember 2022
"Setelah itu, proses dilanjutkan dengan menganyam daun tersebut hingga mencapai ukuran lapiak yang diinginkan," tuturnya.
Dikatakannya, untuk menyelesaikan satu lapiak pandan tersebut membutuhkan waktu satu hari.
Adapun, lapiak pandan dihargai Rp 20 ribu satu helainya, dan nantinya akan dipasarkan ke daerah lain seharga Rp 22.500 per helai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/pengrajin-lapiak-pandan.jpg)