Cegah Kebakaran Akibat Kecelakaan, PLN Gelar Forum Keselamatan Ketenagalistrikan di Padang

Saat ini sebagian wilayah di Provinsi Sumatera Barat termasuk Kota Padang diguyur hujan, sehingga diperlukan pengetahuan untuk mengamankan listrik

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Rezi Azwar
PLN gelar Forum Keselamatan Ketenagalistrikan Bersama Stakeholder di Auditorium Gubernuran Provinsi Sumatera Barat, Senin (21/11/2022). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - PLN menggelar Forum Keselamatan Ketenagalistrikan Bersama Stakeholder di Auditorium Gubernuran Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (21/11/2022).

Hal ini mengantisipasi terjadinya kecelakaan atau peristiwa kebakaran agar tidak terjadi sehingga tidak kenimbulkan kerugian materil.

Apalagi saat ini sebagian wilayah di Provinsi Sumatera Barat termasuk Kota Padang diguyur hujan, sehingga diperlukan pengetahuan untuk mengamankan listrik.

Para tamu undangan terdiri dari pelaku usaha yang berhubungan langsung dengan Ketenagalistrikan, seperti pelaku usaha jasa pelaminan.

PLN akan melakukan pemadaman apabila rumah pelanggan terendam air, gardu distribusi terendam air, gardu distribusi terendam banjir.

Baca juga: Negara Hadir, 75.890 Keluarga Kurang Mampu Dapat Bantuan Pasang Baru Listrik PLN Gratis

Agar tidak terjadi kerugian materil atau jatuh korban pada saat terjadi banjir, diharapkan matikan instalasi listrik di dalam rumah, cabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak.

Selanjutnya naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi, bila aliran listrik yang terkena banjir tidak padam segera hubungi contact center PLN 123, dan hubungi instansi terkait penanggulangan bahaya banjir.

Setelah banjir surut pastikan semua peralatan elektronik maupun instalasi dalam keadaan kering, penormalan listrik dapat dilakukan setelah instalasi dipastikan kering dan ada penandatanganan berita acara yang dilaksanakan Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat.

"Bagi masyarakat diharapkan menggunakan peralatan yang sesuai dengan standar atau SNI, aman dan andal bagi instalasi, dan ramah lingkungan," kata Kepala Dinas ESDM Sumbar, Herry Martinus.

Ia berharap, dengan kegiatan ini dapat mengurangi angka kecelakaan dalam penggunaan ketenagalistrikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Tersengat Listrik Ketika Mencuci, Seorang Perempuan di Solok Meninggal Dunia

Ia mencontohkan adanya kejadian kebakaran, dan jika tidak diantisipasi akan menjadi ancaman keselamatan setiap saat.

"Itu sesuai dengan UU Nomor 39 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Kalau dapat 0 terkait kecelekaan terkait ketenagalistrikan," kata Herry Martinus.

Kabid Energi dan Kelistrikan Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, mengatakan ada empat temuan yang dapat menyebabkan kecelakaan dalam ketenagalistrikan.

"Peralatan dan komponen (kabel, saklar dan lainnya) tidak SNI. Instalasi rumah yang sudah lebih dari 15 tahun tidak diperbaharui sehingga bisa menyebabkan kebakaran," kata Helmi Heriyanto.

Temuan lainnya adanya tenaga teknik yang tidak memiliki sertifikat kompetensi pemasangan tidak sesuai PUIL.

Baca juga: Yayasan Baitul Mall PLN UP3 Payakumbuh Santuni Yatim Dhuafa dan Lansia

"DAN, genset lebih kurang 500 KW yang tidak dikaporkan dan tidak Sertifikat Laik Operasi (SLO) (memenuhi ketentuan wajib SLO)," kata Helmi Heriyanto. (TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved