Mengenal Beras Solok yang Terkenal, Ciri Khas dan Keunggulannya
Mardianto, salah seorang pengelola penggilingan padi mengatakan, tidak semua daerah di Solok menghasilkan beras dengan kualitas yang bagus.
Penulis: Nandito Putra | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK - Sesuai namanya, beras Solok adalah beras yang dihasilkan dari padi yang ditanam di Solok.
Mardianto, salah seorang pengelola penggilingan padi mengatakan, tidak semua daerah di Solok menghasilkan beras dengan kualitas yang bagus.
Menurutnya, beberapa tempat yang dikenal sebagai penghasil beras Solok terbaik adalah hamparan sawah yang terbentang di Nagari Selayo hingga bertaut ke Lubuk Sikarah, Kota Solok.
Kemudian, beras Solok berkualitas unggul juga ditanam di Kecamatan Bukit Sundi dan Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
Mardianto yang juga menggarap beberapa petak sawah mengatakan, kualitas tanah sawah penghasil beras Solok terdiri dari humus berwarna hitam yang subur.
Baca juga: Tahun Anggaran 2023, Pemkab Solok Prioritaskan Pembangunan Jalan yang Rusak
Humus tersebut terbawa dari lereng-lereng pegunugan Bukit Barisan dan Gunung Talang.
"Kemudian juga dipengaruhi oleh suhu dan air yang murni dari pegunungan," katanya, Rabu (16/11/2022).
Asman, 56 tahun, petani asal Selayo, Kabupaten Solok mengatakan, sebenarnya beras Solok bukanlah varietas khusus.
"Sama dengan padi di tempat lain, ada jenisnya anak daro, sokan, mundam dan sebagainya," ujar Asman.
Menurut Asman, kualitas beras Solok memang sudah dikenal bagus sejak lama. Salah satu keunggulan beras Solok adalah tidak muda basi.
Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Ampiang Dadiah Kuliner Khas Ranah Minang dari Fermentasi Susu Kerbau
"Saat ditanak aromanya harum, tetap nikmat walaupun sudah tidak panas lagi," katanya.
Asman mengatakan, di antara banyak varietas padi, jenis anak daro adalah varietas yang paling tinggi kualitasnya.
Hanya saja, kata Asman, dibanding jenis lainnya, padi anak daro memiliki masa tanam yang lebih lama, yakni 120-135 hari.
Karena kualitas dan branding yang melekat pada beras Solok, menjadikan harganya lebih mahal dan tergolong beras premium.
Asman mengatakan, harga beras Solok mulai dari Rp13.000 hingga Rp16.000, tergantung jenisnya.
Baca juga: Wisata Pariaman: Pemko Kembangkan Destinasi Panorama Hamparan Sawah Berlatar Bukit Barisan
Biasanya, pengelola penggilingan padi atau huler, juga bertindak sebagai penjual beras Solok.
Seperti yang dilakukan Mardianto. Pembeli langsung mendatangi tempat penggilingan padinya ketika membeli beras.
"Beras kualitas premium ini kebanyakan dijual ke Padang, Bukittinggi dan Pekanbaru," katanya.
Selain itu, Mardianto juga punya pelanggan tetap dari pengelola rumah makan.
"Ada beberapa rumah makan masakan Padang yang ada di Medan dan Batam, ambil stoknya di sini," katanya. (TribunPadang.com/Nandito Putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Mengenal-Beras-Solok-Ciri-Khas-dan-Keunggulannya.jpg)