Corona Sumbar

Target Testing Kota Padang 712 per Hari, Hendri Septa Sebut Sudah Dilakukan Sejak Dua Tahun Terakhir

Saya serahkan semuanya kepada dinas terkait, mereka sudah punya cara untuk melakukan testing tersebut, tentu secara teknis mereka yang akan melakukan

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: afrizal
TribunPadang.com/WahyuBahar
Wali Kota Padang Hendri Septa diwawancarai TribunPadang.com di Taman Digital Balai Kota Padang, Selasa (15/11/2022). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Inmendagri Nomor 48 Tahun 2022 menyatakan bahwa pemerintah daerah diberi target untuk melaksanakan testing Covid-19.

Adapun Pemerintah Kota Padang diberi target testing 712 warga perhari.

Berkenaan dengan itu Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, hal tersebut juga sudah dilakukan sebelumnya, yakni sejak dua tahun terakhir masa Pandemi Covid-19.

"Saya serahkan semuanya kepada dinas terkait, mereka sudah punya cara untuk melakukan testing tersebut, tentu secara teknis mereka yang akan melakukan," kata Hendri Septa, Selasa (15/11/2022).

Testing itu, kata dia, dilakukan untuk melihat sejauh mana Kota Padang aman atau jauh dari kondisi Pandemi Covid-19 tersebut.

Baca juga: Beda Data! Hendri Septa Sebut Padang Nihil Kasus Covid-19, Dinkes Catat ada Temuan 24 Kasus

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati mengatakan, testing dilakukan sesuai dengan gejala.

"Kalau misalnya ada yang positif kita akan PE (penyelidikan epidemiologi) ke lapangan untuk menjaring kontak, testing yang kita lakukan sesuai keluhan dan juga kontak," kata Srikurnia.

Dalam Inmendagri Nomor 48 Tahun 2022 BAB Kesembilan Huruf J poin 1, dijelaskan bahwa testing perlu ditingkatkan sesuai dengan tingkat positivity rate mingguan.

Testing perlu terus ditingkatkan dengan target positivity rate <5>

Target testing harian adalah jumlah tes harian minimal yang harus dipenuhi kabupaten/ kota.

Baca juga: Pemerintah Umumkan Tambahan 4.877 Kasus Baru Covid-19, Dari Sumatera Barat 1 Orang

Orang yang dihitung ke dalam target testing adalah suspek dan kontak dari kasus konfirmasi, bukan
orang tidak bergejala yang diskrining. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved