Lepasliar ke-2 Kalinya, Harimau Putri Singgulung Diantar ke Hutan Perbatasan Sumbar Riau

Putri Singgulung merupakan harimau yang diselamatkan bersama saudaranya yang diberi nama Putra Singgulung di Kabupaten Solok pada 2020.

Tayang:
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rahmadi
Dok. BKSDA Sumbar
Harimau Sumatera Putri Singgulung saat dilepasliar menggunakan Helikopter NAS-332 Super Puma dengan nomor H-3216 di bawah Komando Operasi Udara I Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sudah pernah dilepasliarkan, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Putri Singgulung kembali dilepasliarkan untuk yang kedua kalinya.

Putri Singgulung merupakan harimau yang diselamatkan bersama saudaranya yang diberi nama Putra Singgulung di Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar), pada Juni 2020.

Pada saat itu ia diperkirakan baru berusia delapan bulan dan kemudian dititipkan untuk direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD)-Yayasan ARSARI Djojohadikusumo selama empat bulan pertama yaitu periode Juni sampai dengan Oktober 2020.

Harimau dengan jenis kelamin betina ini dilepasliarkan di hutan perbatasan Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Riau pada tanggal 16 Oktober 2022. Harimau ini telah dinyatakan dapat beradaptasi pada habitat barunya sejak tanggal 30 Oktober 2022.

Lepas liar ini dilaksanakan oleh BKSDA Sumbar, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Genetik (KKHSDG) bersama Yayasan ARSARI Djojohadikusumo (YAD).

Baca juga: Kembali Dilepasliarkan ke Hutan, Harimau Putri Singgulung Diantar Pakai Helikopter

Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Pertahanan RI melalui Komando Operasi Udara I Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, BBKSDA Riau, Yayasan Sintas Indonesia, dan Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas.

Putri Singgulung sudah melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan fisik, dan adanya pengambilan sampel darah untuk identifikasi DNA yang dilakukan oleh Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas.

Sebelumnya, harimau Putri Singgulung pernah dilepasliarkan pada tanggal 27 November 2020 di Kabupaten Solok, Sumbar. Lepas liar pertama diharapkan Putri Singgulung dan Putra Singgulung dapat bertemu kembali dengan induknya untuk melanjutkan pembelajaran hidup di alam.

Ternyata keduanya tidak mampu menuju hutan dan belum bisa berburu dikarenakan usia yang masih sangat muda. Hal tersebut menyebabkan Putri dan Putra Singgulung harus dievakuasi kembali pada 6 Desember 2020 setelah dua minggu dilepasliarkan.

Selanjutnya Putri dan Putra direhabilitasi kembali di PR-HSD ARSARI. Sejak itu Putri dan Putra Singgulung menjalani rangkaian proses rehabilitasi untuk memastikan mereka memiliki kembali sifat alami dan kemampuan bertahan hidup di alam liar.

Baca juga: 2 Harimau di Solok Tertangkap, Ternyata Putra dan Putri Singgulung, Kini Dibawa ke PR-HSD

Setelah dua tahun direhabilitasi kembali, BKSDA Sumbar melakukan serangkaian kajian kelayakan persiapan pelepasliaran, observasi awal menunjukkan bahwa Putra Singgulung belum menunjukkan tanda kesiapan untuk dilepasliarkan.

Sementara Putri Singgulung memiliki potensi yang kuat, sehingga BKSDA Sumbar memutuskan untuk melakukan kajian kelayakan lepas liar bagi harimau Putri Singgulung sejak Juli 2022 dengan tiga kriteria kajian.

"Kajian itu tentang kemampuan berburu dengan pakan hidup berbagai jenis dan ukuran, kemampuan menandai wilayah teritorinya, dan kemampuan berinteraksi dengan harimau lainnya," kata Erlinda C Kartika, Koordinator Pelaksana Pelepasliaran, Jumat (4/11/2022).

Erlinda menyatakan, kajian tambahan diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik dengan manusia kembali, antara lain dengan memastikan pola aktivitas Putri Singgulung sebagaimana layaknya harimau di alam yaitu beraktivitas pada malam hari dan selama direhabilitasi tidak terhabituasi dengan manusia.

"Selain kajian perilaku tersebut, juga diperlukan rekayasa teknik pemberian pakan, rekayasa pembatasan kandang dari aktivitas manusia, dan komitmen bersama para pihak untuk menyiapkan perubahan perilaku Putri menjadi lebih liar," ujarnya.

Baca juga: BKSDA Sebut Harimau yang Mangsa Ternak Warga di Solok Bukan Putra Singgulung atau Putri Singgulung

Rangkaian diskusi pelepasliaran telah dilakukan dengan para pihak dan diputuskan dengan metode Hard Release menggunakan helikopter untuk mengangkut Putri Singgulung dari PR-HSD ARSARI sampai lokasi pelepasliaran.

Helikopter NAS-332 Super Puma dengan nomor H-3216 yang di piloti oleh Kapten Pnb. Eddo Marisadi Angkasa di bawah Komando Operasi Udara I Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin dukungan Kementerian Pertahanan RI digunakan dalam pelepasliran ini.

“Penggunaan Helikopter ini bertujuan untuk memastikan bahwa lokasi pelepasliaran Harimau Sumatera tersebut terjamin bagi keamanan satwa karena tidak mudah terjangkau oleh manusia serta perjalanan yang ditempuh dalam waktu singkat dapat mengurangi stress satwa,” jelas Catrini Pratihari Kubontubuh selaku Direktur Eksekutif Yayasan ARSARI.

Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Bambang Hendroyono, menyampaikan Pemerintah bersama para pihak terus berupaya mencegah dan menanggulangi konflik yang terjadi antara manusia dan satwa liar.

Ia mengatakan, sering satwa liar menjadi korban pada saat terjadinya konflik, sehingga diperlukan kesadaran masyarakat yang berada di sekitar habitat harimau.

Baca juga: Penyebab Harimau Sumatera Putri Singgulung Kembali Muncul Menampakkan Diri di Solok

"Apabila daerahnya merupakan area rawan konflik, maka segera laporkan ke BKSDA terdekat agar mendapatkan arahan terkait upaya mitigasi dan penanganan konflik satwa liar," kata Bambang Hendroyono.

Ia berharap catatan dari proses rehabilitasi dan pelepasliaran Putri Singgulung yang berbeda dari yang lain akan dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan di Indonesia bidang rehabilitasi harimau sumatera.

Secara terpisah, Hashim Djojohadikusumo, Ketua YAD merasa bersyukur bisa melepasliarkan satwa liar jenis harimau sumatera yang ke delapan kalinya, yang telah direhabilitasi di PR-HSD ARSARI.

"Terimakasih atas kepercayaan kepada tim kami di PR-HSD ARSARI dengan jajaran anak muda sebagai dokter hewan, perawat satwa, ahli biologi, penjaga hutan yang telah membawa harum nama bangsa ini dalam pelestarian satwa liar," kata Hashim Djojohadikusumo. (TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved