Kota Padang

BPS Beberkan Penyebab Penurunan Nilai Ekspor Sumbar hingga 40 Persen dalam Sebulan

Sebagaimana diketahui, BPS Sumbar mencatat terjadinya penurunan ekspor asal Sumbar pada September 2022

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rahmadi
KOMPAS IMAGES
Ilustrasi: Panen tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit atau crude palm oil (CPO). Penurunan nilai ekspor terjadi karena dampak kebijakan pemerintah yang pernah menutup ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) menyebut penurunan nilai ekspor akibat kebijakan pemerintah melarang ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya.

Sebagaimana diketahui, BPS Sumbar mencatat terjadinya penurunan ekspor asal Sumbar pada September 2022.

Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati mengatakan nilai ekspor asal Sumbar pada September 2022 sebesar US$196,12 juta.

Angka ini turun sebesar 40,78 persen dibandingkan dengan ekspor Agustus 2022 yang sebesar US$331,19 juta.

"Sementara jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, Ekspor September 2022 ini turun sebesar 26,02 persen," ujar Herum Fajarwati, Selasa (1/11/2022).

Baca juga: BPS Sumbar Tambah Dua Kabupaten Masuk IHK, Dharmasraya dan Pasaman Barat, Mulai Berlaku 2023

Herum mengatakan, penurunan nilai ekspor ini dampak kebijakan pemerintah yang pernah menutup ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya.

"Kebijakan penutupan expor CPO dan turunannya dulu, dampaknya masih dirasakan hingga September 2022," ujarnya.

Ia menambahkan, secara kumulatif ekspor Sumbar pada Januari-September 2022 turun sebesar 1,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara golongan barang yang paling banyak diekspor pada September 2022 adalah lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar US$163,10 juta.

Lalu diikuti golongan karet dan barang dari karet (HS 40) sebesar US$9,58 juta, dan golongan sari bahan samak & celup sebesar US$5,08 juta.

Baca juga: Lontong Sayur Ikut Sumbang Inflasi di Sumatera Barat, BPS: Akibat Kenaikan Harga Beras

"Ekspor ke Pakistan memberikan peranan sebesar 30,69 persen terhadap total ekspor asal Sumbar pada Januari-September 2022," tambahnya.

Menurut sektor, ekspor produk industri pengolahan pada Januari-September 2022 mengalami penurunan sebesar 0,79 persen dibanding ekspor Januari-September 2021. (TribunPadang.com/ Rima Kurniati)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved