Sempat Setop Sementara akibat PMK, Ekspor Rendang Sumbar Kembali Diizinkan

Kegiatan ekspor makanan khas Sumatera Barat (Sumbar) rendang kembali diizinkan. Rendang untuk ekspor berasal dari berbagai daerah di Sumbar

Penulis: Rahmadi | Editor: Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM/RAHMADI
Kepala Balai Karantina Pertanian Padang Iswan Haryanto ditemui saat jumpa pers di Padang, Jumat (30/9/2022). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kegiatan ekspor makanan khas Sumatera Barat (Sumbar) rendang kembali diizinkan usai diberhentikan sementara waktu.

Sebelumnya, ekspor rendang Sumbar dihentikan sementara sejak Mei 2022 akibat merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Sumbar.

"Ekspor rendang kembali dibuka seluas-luasnya, diizinkan setelah ada surat edaran dari Kepala Badan yang memperbolehkan untuk produk di ekspor keluar," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Padang Iswan Haryanto saat jumpa pers di Padang, Jumat (30/9/2022).

Baca juga: Setelah Jerman, Sumbar Ekspor Satu Ton Bumbu Rendang dan Kalio ke Norwegia

Baca juga: Bumbu Rendang dari Sumatera Barat Menembus Pasar Eropa, Gubernur Mahyeldi: Sudah Dua Kali

Setelah diizinkan kembali, pihaknya juga sudah menginformasikan kepada seluruh stakeholder rendang.

Termasuk kepada kepala daerah bupati dan wali kota yang juga sudah mempertanyakan apakah sudah boleh ekspor rendang atau belum.

"Ada yang tidak tahu karena belum ada penyebaran informasi yang masif, sekarang gas pokoknya, ekspor rendang sudah dibolehkan," ujarnya.

Dia mengatakan, rendang untuk ekspor berasal dari berbagai daerah di Sumbar.

Paling banyak produksi rendang untuk ekspor berasal dari Kota Padang Panjang.

Sementara negara tujuan ekspor rendang paling banyak ke Jepang.

Baca juga: Adanya Sentra Rendang di Payakumbuh Dorong Pelaku Usaha Bisa Ekspor Bersama

Sebelumnya, akibat wabah PMK di Sumbar, pihaknya mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara waktu ekspor rendang.

Hal itu karena ada sejumlah negara memiliki standar kualitas daging yang digunakan untuk rendang, harus dari sapi sehat.

Sumbar sempat berada di zona merah wabah PMK, sehingga lembaganya yang memiliki wewenang dalam sertifikasi setiap produksi pertanian dan hewan, memutuskan untuk menghentikan sementara waktu ekspor rendang.

Untuk saat ini kasus PMK sudah mulai menurun di Sumbar.

"Posisi terakhir saat ini Padang Panjang sudah mulai hijau, dalam artian tidak ada lagi kasus, ini adalah langkah yang bagus," pungkasnya.

Kemudian daerah yang masih hijau adalah Kepulauan Mentawai karena belum ada kasus sejak awal. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved