Gempa Sumbar 2009

Cerita Relawan Gempa Padang 30 September 2009: Evakuasi Puluhan Mayat hingga Alami Hal Mistis

Ferry Effendy (41) masih ingat betul momen-momen saat ia mengevakuasi puluhan mayat korban gempa Padang 30 September 2009

Tayang:
Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Wahyu Bahar
Seorang relawan gempa Padang 30 September 2009, Ferry Effendy (41) saat menceritakan pengalamannya mengevakuasi puluhan mayat hingga cerita mistis yang ia alami 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Ferry Effendy (41) masih ingat betul momen-momen saat ia mengevakuasi puluhan mayat korban gempa Padang 30 September 2009.

13 tahun lalu, gempa berkekuatan 7,6 SR meluluh lantakkan sebagian daerah pesisir Sumatera Barat (Sumbar), termasuk Kota Padang.

Saat itu, Ferry menjadi relawan gempa Padang 30 September 2009. Di kedinasan ia berprofesi sebagai personel pemadam kebakaran (Damkar) Kota Padang.

Selama sepekan pasca gempa, ia selalu terlibat mengevakuasi korban gempa.

Ia menganggap, terlibat dalam penanganan pasca gempa besar itu merupakan pengalaman yang tak akan ia lupakan.

Baca juga: Anak Korban Gempa Padang 2009 Harap Pemerintah Rutin Lakukan Perawatan Tugu Gempa 2 Kali Setahun

"Melakukan evakuasi saya hari itu sampai tujuh harian. Saya mengevakuasi langsung para korban, dan tak sedikit yang meninggal dunia," ujar Ferry saat wawancarai TribunPadang.com, Kamis (29/9/2022).

Ia mengungkapkan, berbagai kondisi korban terdampak gempa begitu memilukan.

Ferry menemui sejumlah jenazah dengan kondisi tak wajar akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Sejumlah korban berhasil dievakuasi diwaktu yang berbeda, lantaran di titik tertentu, proses evakuasi mesti dibantu dengan alat berat.

Selama sepekan, Ferry membantu evakuasi di Pasar Raya, Pasar Inpres Satu, hingga Hotel Ambacang.

Adapun, kata dia, korban jiwa terbanyak ialah di Pasar Inpres Satu. Sepengetahuannya ada 176 orang korban jiwa di sana.

Ia menuturkan, di Pasar Raya, ia juga menemui tiga orang korban jiwa yang terdampak kebakaran.

Baca juga: Tessa Olivia Anak Korban Gempa 30 September 2009, Datang ke Tugu Gempa Ketika Rindu Sosok Ibu

"Lokasinya dekat orang tua saya jualan, tiga orang korban itu juga orang yang saya kenal," kata dia.

Situasi pasca gempa itu bagi Ferry memicu jiwa kerelawanan dan kemanusiaan. Bagaimanapun letih-nya tiada terasa saat itu.

Begitu juga, menghadapi jenazah dalam kondisi terburuk-pun tiada memicu ketakutan baginya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved