Citizen Journalism
Tekad Wujudkan Kampung Pendonor, dan Kilas Balik Sejarah Berdirinya Palang Merah di Indonesia
KEGIATAN sosialisasi donor darah Kelurahan Tanjung Pauh, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh bertujuan demi mewujudkan kampung pendonor di kel
Citizen Journalism oleh Rudi Arnel, Pengurus dan Ketua PMI Payakumbuh Barat
KEGIATAN sosialisasi donor darah Kelurahan Tanjung Pauh, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh bertujuan demi mewujudkan Kampung Pendonor di kelurahan setempat.
Guna mewujudkan Kampung Pendonor akan akan terjalin kerja sama dengan Puskesmas dari Dinas kesehatan (Dinkes) serta pengurus PMI pemerintah hingga di daerah.
Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi yaitu; Ketua Palang Merah Indonesia atau PMI Kota Payakumbuh Om Zet atau sapaan akrab Elzadaswarman, Ketua PMI Payakumbuh Barat Rudi Arnel, Lurah Tanjung Pauh, Suci Amelia Putri, Ketua LPM kelurahan Tanjung Pauh, Doni Wardi serta tamu undangan yang hadir.
Rilis yang diterima redaksi menyebutkan, sejauh mana upaya pihak PMI mewadahi kemanusian dalam tindakan yang bekerja untuk tugas kemanusiaan.
"Sejauh ini PMI, adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan," ujar Om Zet dikutip dari rilis, Jumat (9/9/2022).
"PMI selalu mempunyai tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan," paparnya.
Sampai saat ini lanjutnya PMI telah berada di 33 PMI Daerah (tingkat provinsi) dan sekitar 408 PMI Cabang (tingkat kota/kabupaten) di seluruh Indonesia.
Keberadaan Palang Merah Indonesia atau PMI ditegaskanhya tidak memihak golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu.
"Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya," imbuhnya.
Berdasar catatan sejarah berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873.Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indië (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.
Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipelopori Dr R C L Senduk dan Dr Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan ke dalam Sidang Konferensi Narkai pada 1940, meskipun upaya ketika itu belumlah membuahkan hasil.
Hingga kemudian, imbuhnya rancangan tersebut disimpan menunggu saat yang tepat.
"Seperti tak kenal menyerah pada saat pendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk yang kedua kalinya rancangan tersebut kembali disimpan," bebernya.
Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Darah-Arnel.jpg)