Kelas 3 Tema 2

Kunci Jawaban Kelas 3 Tema 2: Apa Arti Julukan Sabuk Hijau Bagi Hutan Bakau?

Simak pembahasan soal dan kunci jawaban kelas 3 tema 2 halaman 129: Apa Arti Julukan Sabuk Hijau Bagi Hutan Bakau?

Tribunnews
ilustrasi Belajar dari Rumah- Simak pembahasan soal dan kunci jawaban kelas 3 tema 2 halaman 129: Apa Arti Julukan Sabuk Hijau Bagi Hutan Bakau? 

TRIBUNPADANG.COM - Apa arti julukan sabuk hijau bagi hutan bakau?

Pertanyaan tersebut akan dibahas pada kunci jawaban kelas 3 tema 2 halaman 129.

Jawaban pada artikel ini dapat digunakan orang tua sebagai pedoman untuk mengawasi anak belajar di rumah.

Para siswa diharap dapat menjawab dengan jawabannya sendiri terlebih dahulu.

Kemudian gunakan jawaban pada artikel ini untuk mengoreksi.

Baca juga: Kelas 3 Tema 2: Buatlah Percakapan yang Menceritakan Perbuatan yang Telah Kamu Lakukan Kepada Teman

Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 3 Tema 2: Tulislah Pesan yang Terdapat pada Dongeng Petani yang Baik Hati!

Berikut Kunci Jawaban Kelas 3 Tema 2 Halaman 129:

2. Apa arti julukan sabuk hijau bagi hutan bakau?

Jawaban:

Arti julukan sabuk hijau bagi hutan bakau adalah kawasan hijau yang tumbuh di garis pantai.

-

Hutan Bakau, si Sabuk Hijau Pelindung Pantai

Kelas 3 berkunjung ke hutan bakau. Mereka akan mempelajari perawatan dan pelestarian hutan bakau. Orang-orang sering menyebut hutan bakau sebagai sabuk hijau. Artinya, kawasan hijau yang tumbuh di garis pantai.

Hutan bakau melindungi garis pantai dari pengikisan. Hutan bakau, juga meredam gelombang besar, termasuk tsunami. Diperlukan kerja sama warga sekitar untuk menjaga pertumbuhan hutan bakau.

Ada dua hal penting yang harus dilakukan untuk merawat hutan bakau, yaitu penyiangan dan penyulaman. Penyiangan dilakukan untuk membasmi hama. Adapun penyulaman adalah penggantian pohon bakau yang mati. Pohon yang mati diganti dengan bibit atau pohon bakau lain yang seumur. Tujuannya agar pohon-pohon bakau dapat tumbuh secara seragam. Pohon-pohon bakau yang telah ditanam mesti dijaga pertumbuhannya.

Kepiting kerap menggigit batang anak pohon bakau. Pertumbuhan kepiting di sekitar hutan bakau mesti dikendalikan. Paling tidak, hingga pohon-pohon bakau berusia satu tahun.

Ombak dan binatang pemakan daun juga terkadang merusak. Namun, manusialah yang paling banyak menyebabkan kerusakan hutan bakau. Bibit dan pohon bakau muda sering terinjak oleh pencari ikan dan kepiting.

(*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved