Berita Populer Sumbar

POPULER SUMBAR: Progres Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Bioskop Keliling Festival Pamalayu

Simak berikut ini berita Populer Sumbar yang telah tayang selama 24 jam terakhir di TribunPadang.com. Ada berita tentang Progres Pembangunan

Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Hafiz Ibnu Marsal
Para pengunjung Festival Pamalayu Kenduri Swarnabhumi, menyempatkan waktu menonton film yang ditampilkan BPNB Sumbar, Senin (22/8/2022)  

TRIBUNPADANG.COM - Simak berikut ini berita Populer Sumbar yang telah tayang selama 24 jam terakhir di TribunPadang.com.

Ada berita tentang Progres Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Wabup Rahmang Serahkan Ganti Rugi Pengadaan Tanah.

Kemudian berita BPNB Sumbar Hadirkan Bioskop Keliling di Festival Pamalayu 2022, Tampilkan Film Edukasi Setiap Malam.

Baca berita selengkapnya :

1. Proses pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru di wilayah Kabupaten Padang Pariaman terus berjalan walau dalam tahap pembebasan lahan milik masyarakat Kabupaten Padang Pariaman.

Perlahan tapi pasti, satu per satu titik lokasi tanah yang dilalui rencana jalan tol (persil) Padang-Pekanbaru dibebaskan dengan melakukan ganti kerugian tanah milik masyarakat.

Untuk kesekian kalinya, proses pembayaran ganti rugi kerugian atas pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru Seksi Kapalo Hilalang-Sicincin-Lubuk Alung-Padang dilakukan pada hari Jumat (19/8/2022) di Hall Ibukota Kabupaten (IKK) Padang Pariaman oleh Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmang.

Sebelum menyerahkan secara simbolis ganti rugi tanah atas 15 bidang tanah dengan nilai lebih kurang Rp31,8 Miliar itu, Wabup Rahmang memberikan sambutan atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

“Atas nama Pemkab Padang Pariaman kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Barat."

"Kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Bagian Dana dan Jasa Kanwil BRI Padang, PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol, dan semua pihak yang telah membantu percepatan penyelesaian penghitungan ganti rugi lahan untuk jalan tol,” kata Wabup Rahmang.

Jalan Tol Padang-Pekanbaru ini, sambungnya, merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang wajib dikawal.

Manfaatnya juga untuk masyarakat Padang Pariaman dan Sumbar pada umumnya.

“Pengorbanan bapak ibu pemilik lahan dalam merelakan lahannya hari ini merupakan catatan sejarah yang akan dikenang sebagai pahlawan pembangunan nasional,” kata Rahmang memuji.

Bagaimana pun juga, tambahnya, berdasarkan UUD 1945 Pasal 33 ayat 1 disebutkan bahwa bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya adalah milik negara, dan digunakan untuk kemakmuran rakyat.

“Di sini bisa kita tafsirkan bahwa negara mengakui hak kepemilikan tanah yang diusahakan atau diolah rakyat sehingga menjadi lahan yang produktif, namun tanah tersebut terletak di atas sebuah negara yang berdaulat maka pada dasarnya adalah milik negara."

"Buktinya, tanah tersebut wajib membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB) kepada pemiliknya,” tukasnya.

Rahmang berharap kepada penerima ganti rugi untuk dapat bersyukur kepada pemilik sah yaitu Tuhan pemilik alam dan memanfaatkan uang tersebut dengan bijak.

“Kalau bisa, belikan tanah lagi di lokasi yang lain sehingga tanah yang dilepas untuk jalan tol diganti dengan tanah lain,” katanya mengakhiri.

Turut hadir menyaksikan penyerahan ganti rugi lahan Syafrizal yang akrab dipanggil Ucok dan salah seorang penerima yang menerima secara simbolis ganti rugi lahan Ramal Saleh yang dikenal sebagai mantan Ketua DPW PKDP Sumbar. 

Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Menilik Sejarah Benteng Fort de Kock, Peninggalan Belanda di Bukittinggi

Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Menikmati Keindahan Pantai Cermin Kota Pariaman yang Punya Warna Pasir Unik

Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Mengagumi Keindahan Danau Singkarak, Danau Terluas Kedua di Sumatera

2. Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat (Sumbar), menghadirkan Bioskop Keliling para pergelaran Festival Pamalayu Kenduri Swarnabhumi.

Bioskop keliling ini, menampilkan film-film produksi dari Kemendikbud dan BPNB Sumbar, selama malam pelaksanaan Festival Pamalayu Kenduri Swarnabhumi, mulai dari Kamis (18/8/2022) hingga Selasa (23/8/2022).

Petugas pemutar film BPNB Sumbar pada Festival Pamalayu, Yoka menyebut, total ada yang enam film yang ditayangkan setiap malam selama pelaksanaan Festival Pamalayu.

"Setiap malam kami menayangkan satu film. Seluruh film yang kami tampilkan memberikan bertujuan memberikan pendidikan karakter kepada anak muda," tuturnya kepada TribunPadang.com, Senin (22/8/2022).

Ia menambahkan, banyak tema film yang ditampilkan, seperti pendidikan menjaga lingkungan, pendidikan kebudayaan, keberagaman dan tema-tema lainnya.

"Kami berharap, dengan pemutaran film edukasi ini, masyarakat terutama anak muda untuk dapat mengenal kebudayaannya dan kembali ke jati dirinya," ungkap Yoka.

Terlihat, sekitar pukul 19.00 WIB, pihak BPNB Sumbar sudah mulai menayangkan film tersebut. Para pengunjung yang datang menyempatkan waktunya untuk menonton film, selain menyaksikan pertunjukan seni yang disuguhkan selama Festival Pamalayu.

Dalam berita sebelumnya, Arca Garudha yang ditampilkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat (Sumbar) pada Festival Pamalayu Kenduri Swarnabhumi 2022, menjadi bukti peradaban Budha di Kabupaten Dharmasraya.

Terlihat, Arca Garudha terbuat dari bahan logam dengan warna saat ini sudah menjadi hijau, dengan ukuran panjang 16 cm, lebar 11 cm dan tebal 5 cm.

"Unsur logam yang terkandung dalam Arca Garudha, yaitu dominan tembaga dari hasil penelitian yang telah kami lakukan, tetapi karena sudah lama terpendam di dalam tanah, sehingga terjadi korosi dan membuatnya berwarna kehijauan seperti saat ini," ungkap Pamong Kebudayaan BPCB Sumbar, Azwar Sutiat, kepada TribunPadang.com, Senin (22/8/2022).

Ia menjelaskan, Arca Garudha ditemukan pada ekskavasi atau penggalian arkeologis yang dilakukan sekitar tahun 1990 an, di Area Candi Padang Roco, Kabupaten Dharmasraya.

Arca Garudha ditemukan pada kedalam 80 sampai 100 cm.

"Berdasarkan gaya dan bentuk dari Arca Garudha berasal dari periode abad ke 12-13, sesuai dengan penelitian kami melalui penanggalan berdasarkan metode relatif," ujarnya.

Arca Garudha, berbentuk atau digambarkan dalam posisi duduk di atas punggung seekor singa, kedua tangan Garudha berada di samping kepala singa, yang digambarkan didepan perut garuda.

Selanjutnya, sayap garuda terbentang dengan kondisi mulut yang terbuka dan memakai mahkota.

Lalu, di atas kepala Garudha terdapat pengait yang digunakan untuk menggantung arca.

Garudha sendiri dikenal sebagai wahana Buddha Amoghasiddhi.

"Dari identifikasi yang kami lakukan, Arca Garudha ini, diduga digunakan sebagai lampu, dilihat dari pengait yang ada di kepala arca, serta alasnya yang berbentuk seperti penampung minyak," tuturnya.

Dikatakannya, selain Arca Garudha, pada pameran tersebut juga ditampilkan temuan-temuan dari ekskavasi yang dilakukan di Area Candi Pulau Sawah dan Candi Padang Roco.

Diketahui, Pameran Artefak ini akan terus dibuka BPCB Sumbar selama pelaksanaan Festival Pamalayu Kenduri Swarnabhumi, mulai dari Kamis (18/8/2022) hingga Selasa (22/8/2022) mendatang. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved