Wisata Sumatera Barat

Tempat Wisata Bukittinggi, Pisang Kapik Pasar Ateh Bisa Jadi Pilihan Kuliner, Harga Mulai Rp5 Ribu

Nah, bagi yang suka kuliner, satu di antara tempat wisata Bukittinggi yang tak boleh dilewatkan adalah Pisang Kapik di Pasar Ateh

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: afrizal
TribunPadang.com/FuadiZikri
Salah satu tempat wisata Bukittinggi bernama pisang kapik yang merupakan satu dari sekian banyak kuliner tradisional yang bisa menjadi pilihan Tribunners bila melancong ke Kota Bukittinggi. Kata kapik yang disematkan pada nama kuliner ini berarti jepit, berasal dari bahasa Minangkabau. Pisang kapik merupakan kuliner olahan pisang yang dipanggang dan kemudian dijepit atau digeprek. 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Pilihan tempat wisata Bukittinggi sangat beragam.

Selain hadir dengan Jam Gadang dan pesona alam, kuliner juga bisa menjadi pilihan tempat wisata Bukittinggi.

Nah, bagi yang suka kuliner, satu di antara tempat wisata Bukittinggi yang tak boleh dilewatkan adalah Pisang Kapik di Pasar Ateh.

Baca juga: 7 Gunung di Sumbar, Cocok Sebagai Tempat Wisata Bagi Pencinta Alam, Ada Gunung Talamau Paling Tinggi

Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Menyaksikan Atraksi Silek Lanyah di Desa Wisata Kubu Gadang Padang Panjang

Berwisata ke Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) tak lengkap rasanya bila tak mencicipi kulinernya.

Sebab, tak hanya terkenal dengan wisatanya saja, kota berudara sejuk ini juga terkenal dengan beragam kulinernya yang menggugah selera.

Pisang kapik merupakan satu dari sekian banyak kuliner tradisional yang bisa menjadi pilihan Tribunners bila melancong ke Kota Bukittinggi.

Pisang kapik merupakan satu dari sekian banyak kuliner tradisional yang bisa menjadi pilihan Tribunners bila melancong ke Kota Bukittinggi.
Kata kapik yang disematkan pada nama kuliner ini berarti jepit, berasal dari bahasa Minangkabau. Pisang kapik merupakan kuliner olahan pisang yang dipanggang dan kemudian dijepit atau digeprek.
Pisang kapik merupakan satu dari sekian banyak kuliner tradisional yang bisa menjadi pilihan Tribunners bila melancong ke Kota Bukittinggi. Kata kapik yang disematkan pada nama kuliner ini berarti jepit, berasal dari bahasa Minangkabau. Pisang kapik merupakan kuliner olahan pisang yang dipanggang dan kemudian dijepit atau digeprek. (TribunPadang.com/FuadiZikri)

Kata kapik yang disematkan pada nama kuliner ini berarti jepit, berasal dari bahasa Minangkabau.

Pisang kapik merupakan kuliner olahan pisang yang dipanggang dan kemudian dijepit atau digeprek.

Tak hanya sekedar itu, yang menjadi nikmat adalah penyajiannya dengan kelapa parut yang dicampur gula aren.

Kelapa parut gula aren ini di Kota Bukittinggi disebut dengan sarikayu atau kadang disebut inti.

Rasa empuk dari pisangnya yang dibakar lumer dimulut dengan rasa manis dari parutan kelapanya.

Jenis pisang yang dibakar bukanlah pisang sembarangan, yaitu pisang batu atau dikenal juga pisang gepok.

Pisangnya pun juga pilihan, tak bisa pisang yang terlalu masak apalagi yang masih muda.

Pisangnya dipanggang di atas bara api hingga sedikit gosong setelah dibuang kulitnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved