HUT Ke 77 RI

Kisah Penjual Bendera Merah Putih di Padang, 16 Hari Jualan Niko Raih Omzet Puluhan Juta Rupiah

Rahmad Niko Hidayat, seorang pedagang bendera yang memasang dagangannya di ruang terbuka hijau atau RTH Imam Bonjol Kota Padang, Senin (15/8/2022). Pa

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Rahmad Niko Hidayat, seorang pedagang bendera yang memasang dagangannya di ruang terbuka hijau atau RTH Imam Bonjol Kota Padang, Senin (15/8/2022). Pada Senin (15/8/2022) sejak pagi hingga siang dirinya baru mendapatkan uang Rp 200 Ribu hasil penjualan dagangannya itu. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Hingga saat ini seorang pedagang bendera bernama Rahmad Niko Hidayat (22) mengaku, hingga siang ini penjualan bendera yang masih relatif sedikit.

Sebab, Rahmad Niko Hidayat mengaku semenjak Senin (15/8/2022) pagi hingga siang dirinya baru mendapatkan uang Rp 200 Ribu atau omzet hasil penjualan dagangannya sehari ini.

"Dari pagi sampai sekarang baru dapat Rp 200 Ribu," ungkap Rahmad Niko saat ditemui TribunPadang.com di ruang terbuka hijau atau RTH Imam Bonjol Kota Padang, Senin (15/8/2022).

Niko mengaku, sudah berjualan sejak akhir Bulan Juli 2022 yang lalu.

Sejauh ini lanjutnya, penjualan bendera merah putih terbilang sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun begitu, kata Niko selama 16 hari berjualan bendera, hingga kini jumlah omzet mencapai sekitar Rp 20 Juta.

"Kalau tahun lalu, omzet bisa sampai Rp 30 Juta berjualan dua minggu," ungkap Niko, sapaan Rahmad Niko Hidayat.

Rahmad Niko Hidayat mengaku akan berjualan bendera merah putih hingga 17 Agustus 2022 mendatang.

Dagang Bender4
Rahmad Niko Hidayat, seorang pedagang bendera yang memasang dagangannya di ruang terbuka hijau atau RTH Imam Bonjol Kota Padang, Senin (15/8/2022). Pada Senin (15/8/2022) sejak pagi hingga siang dirinya baru mendapatkan uang Rp 200 Ribu hasil penjualan dagangannya itu.(TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI).

Bendera yang Ia jual beraneka ragam, mulai Rp 50 Ribu hingga Rp 350 Ribu.

"Harga bendera yang dijual tergantung bahan, jika agak tebal lebih mahal daripada bendera yang tipis," ungkap Niko.

Dikatakannya, bendera umbul-umbul harganya Rp 50 Ribu Lalu bendara background paling mahal Rp 400 Ribu, bendera Burung Garuda yang sepuluh gelombang Rp 400 Ribu.

Lalu bendera biasa yang sepuluh gelombang Rp 250 Ribu dan lainnya.

Niko menambahkan, seusai momentum Agustus 2022 ini, bendera merah putih yang tidak laku akan disimpan.

Bendera-bendera tersebut akan dijual lagi pada momen 17 Agustusan tahun depannya.

"Mudahan-mudahan sisa dua hari lagi, pembeli bendera merah putih makin banyak, karena kita jualannya hanya sekali setahun," ungkap Niko. 

Ia mengaku penjualan bendera masih terbilang sepi dibandingkan tahun lalu. Meskipun begitu 16 hari jualan, Ia mampu raih omzet puluhan juta rupiah. (TribunPadang.com/Rima Kurniati)
 
 
 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved