Putra Buya Arrazy Hasyim Meninggal Dunia Setelah Tertembak Pistol Patwal
Putra buya Arrazy Hasyim yang berusia 3 tahun meninggal dunia setelah tertembak pistol patwal di rumah istri buya Arrazy Hasyim di Palang, Tuban.
Pada tahun 2009-2011 menyelesaikan Magister S2 di SPs UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Setelah itu, pada tahun 2012-2017, menyelesaikan Doktoral S3 nya di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Pada tahun 2016 dan 2017, Buya Arrazy mendapatkan kesempatan untuk mengisi aktivitas dakwah dan seminar keislaman di KBRI Paris, KJRI Marseille, dan komunitas Muslim lainnya di Perancis.
Ia bertugas aktif sebagai dosen Pascasarjana Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) Jakarta.
Ia juga dosen ilmu Kalam dan Filsafat Islam di Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2012 sampai 2019.
Selain itu, juga aktif sebagai pengajar/pengampu kitab Aqidah Ahlus Sunnah di Pesantren Darussunnah.
Pada akhir 2018, ia mendirikan Ribath al-Nouraniyah di Tangerang Selatan, takhassus Ilmu Akidah Ahlus Sunnah dan Tasawuf.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sosok Buya Arrazy, Ulama asal Sumbar yang Kini Berduka karena Anaknya Meninggal akibat Tertembak,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Putra-buya-Arrazy-Hasyim-yang-berusia-3-tahun-meninggal-dunia.jpg)